Warga Kebonpedes Ciptakan Bank Sampah

  • Whatsapp
Dandra Hermawan pada saat menunjukan lokasi penampungan sampah di Kampung Babakan Pamoyanan, RT 1/9, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes

KEBONPEDES — Dandra Hermawan (30) bersama pemuda lain yang berada di Kampung Babakan Pamoyanan, RT (1/9) Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes menciptakan bank sampah. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi pencemaran sampah yang terjadi di Wilayah tersebut.

Bahkan, sejauh ini dirinya bersama sejumlah pemuda terus melakukan sosialisasi dan mengajak warganya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Khususnya dari pencemaran sampah yang dapat menyebabkan bencana alam. Seperti banjir. Selain itu, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan penyakit.

Bacaan Lainnya

Apalagi, saat ini tengah memasuki musim hujan, tumpukan sampah akan menjadi sarang jentik nyamuk Demam Beradarah Dengue (DBD).

“Untuk itu, kami bersama para pemuda Kampung Babakan Pamoyanan, telah mengembangkan bank sampah yang sudah dibangun sejak 2014 lalu. Setiap minggunya, para pemuda di kampung ini selalu berkeliling mencari sampah yang berserakan di TPS dan pemukiman penduduk. Setelah itu, kami daur ulang dan langsung kami angkut ke bank sampah,” jelas Dandra kepada koran ini, kemarin (3/1).

Upaya pengembangan bank sampah ini, sambung Dandra, sebagai salah satu bentuk upaya untuk menekan volume sampah yang cukup tinggi di tengah masyarakat. “Sampah yang bisa didaur ulang ini. Diantaranya, sampah jenis plastik, botol aqua dan lainnya. Hal ini, kami lakukan sebagai salah satu umpan untuk warga agar dapat menjadi pelopor kebersihan dilingkungannya,” ujarnya.

Pengelolaan bank sampah ini ditujukan untuk mewujudkan masyarakat yang peduli pada lingkungan. Di samping itu menjadi pelopor pengolahan sampah berbasis masyarakat. “Bank Sampah yang dikelola pemuda Babakan Pamoyanan ini, baru beroperasi di wilayah Desa Bojongsawah.

Insya Allah kedepannya, akan kita kembangkan ke wilayah desa yang lainnya. Sementara, untuk omset perbualannya, kita bisa menghasilkan uang sebesar Rp2 sampai Rp3 juta,” paparnya.

Sementara itu, Camat Kebonpedes, Ali Iskandar mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan kinerja para pemuda Kampung Babakan Pamoyanan, Desa Bojongsawah, yang secara partisipan sudah peduli terhadap lingkungan melalui pemungutan sampah di lingkungannya. Terlebih lagi, sampah yang mereka pungut dapat menjadi nilai rupiah.

“Tentunya, potensi mereka harus kita suport. Sebab, mereka berhasil mengelola limbah rumah tangga melalui bank sampah. Sehingga keberadaan sampah tidak menjadi bencana buat lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, pengelolaan bank sampah yang dilakukan oleh pemuda Kampung Babakan Pamoyanan tersebut, dapat mengurangi volume sampah rumah tangga. Sebab, selama ini sampah rumah tangga berpotensi mencemarkan lingkungan. Seperti, ketika hujan tiba, air dapat meluap ke rumah warga dan lahan pertanian padi. Lantaran, airnya tersumbat oleh limbah rumah tangga.

“Namun, setelah adanya bank sampah ini, sampah rumah tangga selalu diambil oleh para pumuda untuk didaur ulang di bank sampah. Untuk itu, saya berharap dengan adanya bank sampah ini, warga dapat memiliki rasa kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan. Ternyata sampah yang dianggap tidak bermanfaat bisa dijadikan sumber pendapatan,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *