“Dan hasil pemeriksaan medis kondisi mayat kaku pada seluruh badannya, dan terdapat luka robekan akibat benda tumpul di kepala, pendarahan masih aktif di kepala dan terlihat lidah menjulur keluar serta di perkirakan korban meninggal kurang dari 12 jam,” jelasnya.
Masih kata Iptu Bayu, ditambah hasil keterangan adik kandungnya, korban menerangkan memang memiliki penyakit pertigo atau sering merasa pusing dan terakhir berobat, Senin, (18/3) di Puskesmas Gegerbitung.
“Jadi korban ini tinggal di rumahnya sendirian dan sudah bercerai dengan istrinya dan memiliki dua orang anak yang saat ini berada di luar kota dan jarang berkomunikasi dengan keluarga,” paparnya.
Kata Iptu Bayu Sunarti lagi, hasil kesepakatan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukannya outopsi terhadap jasad korban dan memutuskan untuk dilakukan pengurusan dan pemakaman di tempat pemakaman umum setempat di kampung Rancabungur.
“Intinya korban itu punya riwayat sakit kepala dan dua hari yang lalu berobat, kemungkinan terpeleset jatuh membentur batu saat akan memasuki rumah, keluarga menerima sebagai takdir dan menolah untuk dilakukan outopsi,” tandasnya. (ndi/d).




