KABUPATEN SUKABUMI

Warga Desa Kebonpedes Siap Hukum Geng Motor di Sukabumi

×

Warga Desa Kebonpedes Siap Hukum Geng Motor di Sukabumi

Sebarkan artikel ini
DEKLRASI : Pemerintah Desa Kebonpedes bersama Kapolsek Polsek dan Dandporamil berserta warga dan unsur lainnya saat melakukan deklrasi penolakan geng motor di ruas Jalan Raya Simpang Tiga Cimuncang, Desa Kobonpedes, Kecamatan Kebonpedes pada Sabtu (29/05/2021) malam. FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI 

KEBONPEDES – Gelombang aksi penolakan terhadap keberadaan geng motor terus berlanjut di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, warga Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, melakukan deklarasi penolakan keberadaan geng motor dan aksi berandalan bermotor yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kepala Desa Kebonpedes Dadan Aprindani mengatakan, pemerintah Desa Kebonpedes sengaja melakukan gagasan penolakan geng motor tersebut. Karena dinilai telah merashkan warga setempat. Bahkan, tak tanggung-tanggung aksi berandalan bermotor ini kerap membuat warga terluka akibat keberingasan geng motor tersebut.

Bank bjb Tandamata

“Alhamdulillah, untuk di wilayah kami belum sampai ada warga yang terlibat maupun warga yang menjadi korban keberingasan geng motor itu. Meski demikian, kami melakukan penolakan terhadap keberadaan geng motor tersebut,” kata Dadan kepada Radar Sukabumi pada Minggu (30/05).

Untuk itu, pemerintah Desa Kebonpedes berkerjasama dengan Danposramil, Polsek Kebonpedes berserta warga, tokoh ulama, tokoh pemuda, Karang Taruna dan Ogranisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Kebonpedes serta komunitas otomotif yang mengatasnamakan Extrime melakukan deklarasi penolakan geng motor di ruas Jalan Raya Simpang Tiga Cimuncang, Desa Kobonpedes, Kecamatan Kebonpedes pada Sabtu (29/05) malam.

“Kami sengaja melakukan deklrasi di ruas Jalan Raya Cimungcang ini, karena dinilai sangat strategis. Iya, jalannya itu merupakan askes lintasan menuju Sukaraja maupun wilayah Cireunghas dan Gegerbitung. Itu, usai melakukan deklarasi kami langsung memasang spanduk penolakan geng motor ini,” bebernya.

Masih di tempat yang sama, Kapolsek Kebonpedes IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti kepada Radar Sukabumi mengatakan, Mapolsek Kebonpedes sangat mengapresiasi kepada pemerintah Desa Kebonpedes dan seluruh pihak lainnya yang turut serta ikut mendukung upaya Polri dalam menciptakan kondusifitas keamanan dan ketertiban umum. Salah satunya dengan menolak segala bentuk kekerasan dan aksi brutal.

“Aksi kebrutalan geng motor saat ini memang cukup meresahkan masyarakat, sehingga masyarakat yang diinisiasi Pak Kades Dadan Apriandani mendeklarasikan bahwa seluruh ormas, karang taruna, pemuka agama, remaja masjid, tokoh masyarakat tolak geng motor dan aksi brutal yang dilakukan kelompok berandalan ini,” katanya.

Pihaknya tidak akan segan-segan akan melakukan tindakan tegas terhadap segala aksi yabg meresahkan masyarakat dan menegakan supremasi hukum untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya terhadap berandalan bermotor yang kerap membuat resah warga sekitar.

“Kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur serta terarah terhadap pelaku kejahatan yang dilakukan geng motor, baik itu menindak pelanggaran, maupun pidana. Yang pasti akan kami proses dan perkaranya akan kita lanjut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” paparnya.

Untuk meminimalisir ruang gerak kawanan geng motor ini, Polsek Kebonpedes juga kerap melakukan patroli setiap malamnya, khususnya di sejumlah ruas jalan raya yang dianggap rawan terjadinya lintasan kawanan geng motor. Selain itu, dirinya juga selalu melakukan operasi miras dan obat-obatan terlarang yang berpotensi memabukan.

“Karena hampir semua tindak pidana kejahatan ataupun kriminal lainnya, didominasi oleh alkohol maupun obat-obatan terlarang,” pungkasnya. (Den/d)