“Jembatan ini, setiap harinya selalu di lalui warga Kampung Cibuyung, Pasir Ganas, Cisarua dan Kampung Lembursawah. Sekitar 350 jiwa dari 200 Kepala Keluarga (KK), yang menggunakan jembatan bambu itu,” paparnya.
Pemerintah Desa Cijulang sudah berupaya dengan cara mengajukan permohonan bantuan melalui proposal kepada pemerintah terkait. Namun, entah alasan apa hingga saat ini, jembatan yang di dambakan warga tersebut, belum juga di bangun.
“Semoga ada bantuan secepatnya untuk membangun jembatan permanen. Kasian warga disini setiap harinya harus rela melintas jembatan bambu. Apalagi jika musim hujan, badan jembatan selain licin juga dikhawatirkan dapat diterjang kembali oleh banjir,” timpalnya.
Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Cijulang, Abdul Haris (45) menjelaskan, jika musim hujan, mayoritas warga Kampung Cibuyung tidak bisa melintas dan jika ingin melintas menggunakan roda dua terpaksa harus melintasi bukit dengan jalan yang terjal dan licin untuk keluar dari kampung.
“Warga gak berani jika lagi hujan, melewati jembatan itu. Soalnya, jembatan jadi licin. Apalagi, kalau melihat peristiwa kebelakang, dua orang petani nyaris tewas terbawa arus sungai Cibuyung,” pungkasnya.
(cr13/d)





