SUKABUMI – Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri, angkat suara terkait maraknya kasus keracunan massal yang diduga mengkonsumsi makanan resepsi hajatan dan jajanan makanan sekolah.
Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi ini, menyampaikan bahwa kebersihan dan kualitas makanan sangat penting dalam mencegah terjadinya keracunan makanan.
Imbauan ini, dilakukan karena sepanjang awal Januari 2024 hingga menjelang akhir Mei 2024 ini, sudah terjadi sebanyak 3 kali kasus keracunan makanan secara massal. Yakni, pada Februari 2024 terdapat 28 siswa SD dan MI di wilayah Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi mengalami keracunan usai mengkonsumi jajanan sekolah dari penjual keliling.
Sementara, pada 15 Mei 2024 terdapat 15 siswa SDN Cidadap I, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, mengalami keracunan usia menyantap jajanan sekolah berupa makanan ringan produk Cina.
Sedangkan, pada 28 April 2024 terdapat 84 warga Kecamatan Kabandungan diduga mengalami keracunan massal setelah mengkonsumsi makanan pada kegiatan hajatan pernikahan di wilayah Desa Tugu Bandung, Kecamatan Kabandungan.
“Keracunan makanan baik dari hajatan atau jajanan sekolah, ini harus diantisipasi oleh jajaran. Selain itu, masyarakat melalui Kadus, RT dan RW serta Kepala Desa hingga pemerintah kecamatan harus lebih teliti agar kasus serupa tidak terulang kembali,” kata Iyos kepada Radar Sukabumi pada Rabu (29/05).
Untuk mengantisipasi agar kasus serupa tidak terulang kembali, meminta agar penjualan jajanan di lingkungan sekolah diawasi ketat. Dirinya minta pengawasan bisa dijalankan secara berjenjang oleh masing-masing perangkat daerah, yakni Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
Bukan hanya itu, peredaran jajanan anak, siswa dan orang harus diedukasi terkait makanan higienis. “Makanya saya harus koordinasi betul dengan Dinas Pendidikan dan juga Dinas Kesehatan agar bisa mengawasi betul jajanan-jajanan yang ada di sekolah,” tukasnya.
Ia mengingatkan, bahwa makanan yang sudah lewat waktu atau tidak diolah dengan benar dapat menyebabkan keracunan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Selain itu, Iyos Somantri juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat dan memilih makanan yang aman dikonsumsi. “Iya, kesehatan itu adalah hal yang sangat berharga dan tidak boleh diabaikan,” tandasnya.
Untuk itu, ia berharap agar seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi, baik pada acara hajatan maupun dalam konsumsi jajanan sehari-hari. Ini harus dilakukan agar anak-anak sekolah tidak kembali menjadi korban keracunan makanan. Dengan demikian, diharapkan kasus keracunan makanan dapat diminimalisir dan kesehatan masyarakat Kabupaten Sukabumi tetap terjaga.






