Vaksin Habis, Ratusan Warga Jampangtengah Kecewa

  • Whatsapp
Kapolsek Jampangtengah
Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin bersama jajaranya saat meninjau lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Jampangtengah pada Kamis (30/09).

SUKABUMI – Antusiasme warga Kecamatan Jampangtengah dalam mensukseskan percepatan vaksinasi Covid-19 sangat tinggi tak sejalan dengan kuota vaksin yang tersedia. Saat kegiatan vaksinasi di Puskesmas Jampangtengah pada Kamis (30/9), dari ribuan warga yang mengantre hanya sebagian yang mendapatkan kuota.

Kapolsek Jampangtengah AKP Usep Nurdin kepada Radar Sukabumi mengatakan, Puskesmas Jampangtengah sedang dilakukan vaksinasi khusus untuk masyarakat lanjut usia (lansia).

Bacaan Lainnya

“Tadi malam, saya sudah mengintruksikan kemudian bhabinkamtibmas dan babinsa untuk merekrut bagi manula yang belum divaksin dan Alhamdulillah, saat ini sangat antusias dan sangat banyak sekali yang datang ke Puskesmas Jampangtengah untuk melakukan kegiatan vaksin,” kata Usep kepada Radar Sukabumi.

Dalam kegiatan tersebut, vaksin yang tersedia hanya 900 dosis. Sementara jumlah warga yang hadir lebih dari 1.500 orang. Lantas hanya sebagian saja yang berhasil divaksin, sedangkan sisanya baru bisa dilakukan pada hari ini, Jumat (1/10).

“Dan saat ini pihak Puksesmas Jampangtengah sedang memintakan kembali untuk ditambah sekitar 1000 vaksin untuk sasaran lansia di wilayah Jampangtengah,” paparnya.

“Kami juga sudah ke lokasi vaksinasi itu. Kami khawatir kerumunan warga saat melakukan vaksin dapat berpotensi hingga menyebabkan penyebaran Covid-19. Makanya, saya terus tidak henti-hentinya mengingatkan warga untuk tetap menjalankan prokes, meskipun Kabupaten Sukabumi sudah memasuki PPKM Level 1,” sambung Usep.

Sementara itu, Kepala Desa Panumbangan, Lalan Jaelani mengatakan, dirinya mengaku sangat kecewa karena kegiatan vaksinasi tidak optimal.

“Iya, kasihan warga pada balik lagi, sedangkan kita sosialisasi di masing-masing desa itu sangat maksimal. Dan Alhamdulillah itu, berarti para kepala desa dengan tim di tingkat desa mulai dari babinsa dan bhabinkamtibmas mensosialisasikan soal gebyar vaksin itu, sudah berhasil,” jelasnya.

Menurut Lalan, antusiasme warga baik dari kalangan masyarakat umum maupun lansia, sangat tinggi. Bahkan, kerumuman warga hingga signifikan sampai memenuhi tempat parkiran dan pinggir bahu jalan raya.

“Makanya kedepan mungkin ada solusi agar didorong saja ke desa untuk membuat kuota dan semisal desa yang kuotanya mengajukan 200. Tapi yang datang 100, maka itu ada sanksi buat desa tersebut,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *