Ulah Corona, Pendapatan Pajak Sukabumi Cuma 66 Persen

  • Whatsapp
ARAHAN : Petugas P3D Kabupaten Wilayah I Cibadak pada UPTD Bapenda Provinsi Jawa Barat, saat memberikan arahanya kepada seluruh kepala desa dan kadus yang ada di wilayah Kecamatan Kebonpedes, Kamis (14/01/2021). FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Pajak Air Permukaan di Pusat Pengolahan Pendapatan Daerah (P3D) Kabupaten Wilayah I Cibadak pada UPTD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, mengalami penurunan drastis. Lesunya perekonomian akibat Covid-19 merupakan faktor pertama penyebab penurunan pendapatan pajak tersebut.

Kasi Pendataan dan Penetapan di Pusat Pengolahan Pendapatan Daerah (P3D) Kabupaten Wilayah I Cibadak pada UPTD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, Romlah kepada Radar Sukabumi mengatakan, merebaknya wabah virus corona telah membawa dampak pada sektor penerimaan pajak. Selain itu, pendapatan yang diperoleh meleset dari target awal.

Bacaan Lainnya

“Selama pandemi Covid-19 dampaknya cukup terasa sekali, khususnya semenjak pandemi Covid 19 pada Maret 2020 lalu. Iya, waktu Januari sampai Februari 2020, pendapatan pajak cukup banyak. Tetapi setelah memasuki Maret 2020, pendapatan pajak langsung menukik menurun sampai Desember 2020 kemarin,” kata Romlah kepada Radar Sukabumi.

Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19 capaian pendapatan pajak di Pusat Pengolahan Pendapatan Daerah (P3D) Kabupaten Wilayah I Cibadak pada UPTD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, bisanya pada tahun sebelumnya. Yakni pada 2018 dan 2019 hampir 100 persen tercapai. Namun, untuk 2020 target pencapaiannya baru sampai 66 persen.

“66 persen ini, pajak kendaraan bermotor, BBM I dan BBMKB. Nah dari tiga pajak ini, kita hanya mencapai target sekitar 66 persen. Berarti 34 persen lagi mereka belum bayar pajak dan mudah-mudahan mereka pada tahun ini bisa menunaikan kewajibannya dalam membayar pajak,” paparnya.

Untuk itu, pada tahun 2021 ini Pusat Pengolahan Pendapatan Daerah (P3D) Kabupaten Wilayah I Cibadak pada UPTD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, telah mencoba dengan cara membuat pilot projek seperti yang dilakukan pemerintah Kecamatan Kebonpedes, agar nanti penagihan PKB itu, bisa bersamaan dengan penagihan PBB yang dilakukan oleh apratur pemerintah desa dan para kadusnya.

“Kenapa ini harus dilakukan, untuk mendeteksi kendaraan yang tidak tercatat. Lantaran, mereka banyak membeli kendaraan bekas atau second,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, warga Kabupaten Sukabumi dapat disipilin membayar pajak, karena dengan membayar pajak, tentunya warga akan merasa aman untuk bekendara. Terlebih lagi, dengan membayar pajak kendaraan, mereka juga sudah membayar jasa raharja dan asuransi. Sehingga ketika nanti mengalami kecelakaan di jalan, mereka sudah mendapatkan asuransi kecelakaan.

“Selain itu, ketika bayar pajaknya disiplin dengan nama sendiri, ketika kendaraanya misalkan hilang atau dicuri, maka kendaraan itu mudah untuk di cari atau dilacak. Sebenarnya banyak faktor yang positif dari bayar pajak kendaraan ini,” pungkasnya. (Den/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *