UI Latih Industri Pengecoran Logam Cisaat

  • Whatsapp
PELATIHAN : Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FT UI) bekerja sama dengan PII BK Teknik Material melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) pengecoran logam Alumunium di Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat. FOTO: LUPI PAJAR HERMAWAN// RADAR SUKABUMI

SUKABUMI – Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FT UI) bekerja sama dengan PII BK Teknik Material melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) pengecoran logam Alumunium di Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat.

Dr. Ir. Donanta Dhaneswar sebagai penanggung jawab kegiatan menuturkan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan pendampingan serta pelatihan dan pemberian materi dalam upaya penanggulangan cacat pengecoran untuk meningkatkan kualitas produksi komponen alat kesehatan pada sentra pengecoran Aluminium Desa Nagrak.

“Kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat UI, dengan melakukan pendampingan dan pingkatkan teknik pengecoran logam
dan kualitas produksi komponen alat kesehatan di Kabupaten Sukabumi,” terangnya kepada Radar Sukabumi, Jumat (15/1/2021).

Dalam pelatihan dan pendampingan itu, para pelaku IKM Surya Wahana Karya dikenalkan penggunaan perangkat lunak Z-Cast dan penyuluhan tablet degasser (Degastab). Degastab merupakan hasil inovasi Laboratorium Metalurgi Proses DTMM FT UI yang berfungsi mengurangi porositas hasil pengecoran Aluminium.

“Dengan menggunakan perangkat lunak lunak Z-Cast dan tablet degasser produk yang dihasilkan memiliki kekuatan mekanik dan kualitas yang baik,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PII BK Teknik Material, Jaka Fajar Fatriansyah menambahkan, kegiatan ini mendukung program pemerintah yang mendorong serapan produk IKM dalam pasar nasional dan internasional.

“Pelatihan ini pada dasarnya memberikan pengetahuan dasar pada pelaku IKM untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari produk yang dihasilkan. Karena ilmu pengecoran dari pelaku IKM diperoleh secara turun temurun, sementara tuntutan permintaan pasar yang mengharuskan produk yang memenuhi standar,” tambahnya.

Menurutnya, peran Perguruan Tinggi diperlukan untuk memberikan solusi berdasarkan kajian akademik.
Selain itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam hal ini Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi agar IKM di Kecamatan Cisaat dapat menjadi edukasi wisata.

“IKM Logam di Kecamatan menarik bagi anak-anak di kota untuk mengetahui proses pembentukan logam dengan teknik pengecoran logam, diharapkan pula andil pemerintah setempat untuk membuat regulasi sehingga IKM dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi sehingga menghasilkan produk berkualitas,” pungkasnya. (upi/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *