“Truk berhasil dievakuasi setelah dibantu warga sekira pukul 04.00 WIB. Sementara kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta. Sebab truk yang bermuatan telur seberat 4 ton ini, hampir seluruhnya pecah dan ban depan serta bak truk mengalami kerusakan akibat terjungkal,” paparnya.
Sementara itu, seorang warga Kampung Sampora, RT 1/13, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Misbah (35) mengatakan, peristiwa kecelakaan lalu lintas bukan kali pertama terjadi di Jalan Raya Pelabuhan II ini.
Warga menduga, akibat jalan rusak dan berlubang menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan. “Kerusakan jalan tersebut, sudah berlangsung lama tidak pernah di perbaiki oleh pemerintah. Hampir setiap harinya baik kendaraan roda dua maupun roda empat banyak yang terjungkir saat melintas jalan ini. Apalagi, disini tidak ada Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga berpotensi terjadinya kecelakaan,” imbuhnya.
Hal demikian, yang membuat warga merasa kesal terhadap pemerintah yang terkesan membiarkan jalan hingga rusak bertahun-tahun seperti ini.
“Warga disini sangat menyesalkan terhadap kinerja pemerintah yang terkesan tutup mata terhadap aspirasi warga terkait kerusakan jalan tersebut. Pemerintah kenapa diam saja, terhadap pembangunan inprastruktur yang melintas di Jalan Panggeleseran – Cikembang ini,” pungkasnya. (cr13)





