Tingkatkan Keilmuan, MUI Kabupaten Sukabumi Godok Puluhan Santri Salafi

MUI Kabupaten Sukabumi Godok Puluhan Santri Salafi
Puluhan santri saat mengikuti PKU di Ponpes) Al-Rahimiyah, Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit pada Minggu (10/09).

SUKABUMI – Dalam meningkatkan keilmuan dan kualitas ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, menggelar Pendidikan Kader Ulama (PKU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rahimiyah, Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit pada Minggu (10/09).

Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun kepada Radar Sukabumi mengatakan, PKU adalah sebuah program intensifikasi pengkaderan ulama, yang merupakan program unggulan MUI Kabupaten Sukabumi dalam mencetak sumber daya manusia. Hal ini bertujuan untuk mendampingi dan membimbing umat dalam masalah keagamaan.

Bacaan Lainnya

“Iya, tujuannya untuk membekali para kader ulama dengan pemahaman agama yang komprehensif serta keterampilan kepemimpinan yang handal,” kata KH. Ujang Hamdun kepada Radar Sukabumi pada Minggu (10/09).

Program PKU ini diikuti oleh puluhan kader ulama dari berbagai organisasi keagamaan di Kabupaten Sukabumi. Mereka berasal dari pondok pesantren, lembaga pengajian, dan masjid-masjid di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“PKU dilaksanakan selama tiga bulan dengan jadwal yang padat, termasuk didalamnya kegiatan di kelas, diskusi kelompok, sesi tanya jawab, serta praktik langsung di lapangan,” ujarnya.

MUI Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan dan lembaga pengembangan agama dalam menyusun program PKU ini.

Beberapa narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah para ulama terkemuka di daerah tersebut serta ahli dari bidang pendidikan agama Islam. Mereka menyampaikan materi-materi yang relevan dengan permasalahan agama dan kekinian yang aktual di masyarakat.

“Ada sekitar 50 santri yang mengikuti PKU ini. Mereka, mayoritas berasal dari Ponpes Salafi yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi dan 50 persen pesertanya dari kalangan perempuan,” ujarnya.

Masih kata KH. Ujang Hamdun, pada program PKU ini terdapat tiga tahapan. Yakni, Ula, Wustho dan Ulya. Menurutnya, saat ini puluhan santri diberikan pemahaman tingkat dasar.

Setelah itu, mereka akan difokuskan pada 5 bahan materi untuk mengusai kitab kuning, bahasa Inggris, bahasa Arab dan komputer.

“Untuk pemberi materinya, kita mendatangkan ahli dari daerah Pare, Banjar untuk bahasa Arab, kitab kuning dari Sdogiri. Sementara, untuk komputer menggunakan tenaga lokal. Seperti belajar word point dengan tujuan kader ulama dari Ponpes Salafi bisa juga mengikuti perkembangan zaman,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *