Tim Forensik Sukabumi Beberkan Penyebab Kematian Ibunda Yang Ditusuk Anak Kandung

Tim Forensik RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi
Tim forensik saat mengevakuasi jasad Inas (43) asal warga Kampung Cilandak RT 015 RW 004 Desa Sekarsari Kecamatan Kalibunder

SUKABUMI – Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia, membeberkan terkait penyebab kematian seorang wanita, Inas (43) yang diduga tewas setelah dianiaya anak kandungnya di Kampung Cilandak RT 015 RW 004 Desa Sekarsari Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik, bahwa kematian korban karena terdapat banyak luka hampir di sekujur tubuhnya. Khususnya, luka pada bagian leher yang diduga menjadi musabab, kematian korban karena menyebabkan kerusakan pada saluran napas.

Bacaan Lainnya

“Penyebab kematian terutama yang di leher, karena lukanya merusak saluran batang napas,” kata dr Nurul Aida Fathia kepada Radar Sukabumi pada Rabu (15/05).

Selain itu, saat melakukan otopsi juga ditemukan pembuluh darah yang potong. Sehingga, dipastikan dapat menimbulkan banyak pendarahan dan kehilangan nafas. “Di leher luka terbuka, kedalaman dari permukaan leher ke batang tenggorokan 5-6 centimeter dengan ketebalan ototnya tadi,” ujarnya.

Menurutnya, luka yang timbul di tubuh korban, disebabkan oleh kekerasan benda tumpul dan setengah tajam. Di tubuh korban ditemukan lebih dari 10 luka terbuka.

“Memar dan lecet sudah pasti luka tumpul, jika luka terbukanya itu memang cirinya tidak begitu pas. Tetapi, mengarah kekerasan yang setengah tajam. Jadi ada tepi yang tajam, tapi dia tidak cukup untuk memotong, tidak setajam kaya pisau misalnya,” tukasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, korban telah tiba di ruang instalasi jenazah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi pada Selasa (14/05) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sementara, untuk proses autopsi selesai dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB atau kurang lebih memakan waktu selama 4 jam lamanya. “Saat tiba disini, kondisi jenazah masih berpakaian penuh dengan darah. Iya harusnya dengan kondisi pakaian yang ada harusnya belum diapa-apain,”

“Kita temukan banyak luka, terutama luka terbuka pada daerah wajah, leher kemudian ada di bahu dan lengan, kemudian ditemukan juga ada beberapa memar dan lecet hampir di seluruh tubuh,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *