Tekan Covid-19, Bupati Sukabumi Terjunkan Ribuan Tim Pelacak ke Desa-desa, Begini Harapannya

  • Whatsapp
Sukabumi
SIMBOLIS : Bupati Sukabumi Marwan Hamami memakaikan baju kepada TNI sebagai salah satu tim tracer di Kabupaten Sukabumi. (foto : ist)

SUKABUMI — Untuk menekan dan mempercepat penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Sukabumi, Bupati Sukabumi Marwan Hamami sedikitnya menerjunkan ribuan tim tracer atau tim pelacak. Tim pelacak yang tergabung dari TNI/Polri serta relawan dan petugas Puskesmas nantinya akan melacak disetiap wilayah yang tersebar di 47 Kecamatan.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, peran tracer dalam memutus mata rantai covid 19 di Kabupaten Sukabumi sangat penting. Apalagi, Kabupaten Sukabumi ini sangat luas wilayahnya. Sehingga, memerlukan para tracer yang handal dan tangguh.

Bacaan Lainnya

“Para tracer di Kabupaten Sukabumi ini, melibatkan kader Posyandu, Karangtaruna, dan PKK. Hal itu dibantu juga dari TNI dan Polri,” ujar usai kegiatan yang dilaksanakan secara virtual dari Pendopo Sukabumi, Senin (2/8/2021) seperti dilansir dari situs media sosial resmi milik Pemkab.

Menurutnya, para tracer ini, terjun ke masyarakat untuk mendeteksi penyebaran covid 19 melalui kontak erat yang terpapar. Hasil tracing tersebut digunakan untuk mendeteksi dan memetakan kondisi covid 19 di Kabupaten Sukabumi. Sehingga, penanggulangan covid 19 bisa terpantau. “Hasil tracing di lapangan akan disingkronkan dengan tracer digital, ucapnya.

Saat ini, jumlah tracer di Kabupaten Sukabumi relatif banyak. Bahkan setiap RT bisa memiliki satu tracer. “Ketika melibatkan kader Posyandu saja misalnya, jumlahnya ada di kisaran 17.050 orang,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Marwan mengajak semua pihak bisa saling mengingatkan tentang protokol kesehatan. Sehingga, Kabupaten Sukabumi bisa segera terbebas dari pandemi covid 19. “Penanggulangan covid 19 harus dilakukan secara bersama-sama. Peran masyarakat pun sangat penting untuk menyosialisasikan kepada warga terkait pentingnya protokol kesehatan,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *