Sukabumi Rawan Bencana Gara-gara Banyak Bukit, Wagub Jabar Punya Solusi

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat diwawancarai Radar Sukabumi soal bencana alam di Sukabumi. FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI

SUKARAJA – Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah yang masuk dalam peringkat terbesar rawan bencana alam di tingkat Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat, H Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, daerah terluas se-Pulau Jawa dan Bali dikategorikan sebagai daerah rawan bencana alam disebabkan banyak perbukitan.

“Kabupaten Sukabumi itu bisa masuk ke tujuh besar rawan bencana alam di Jawa Barat, karena memang Sukabumi daerahnya banyak tebing-tebing. Seperti bencana alam yang terjadi di Cicurug Gunung Salak, itu kan banyak tebing-tebing,” kata Uu Ruzhanul Ulum kepada Radar Sukabumi, Rabu (09/12).

Bacaan Lainnya

Apalagi, kata Uu lagi, pada cuaca ekstrem saat ini dikhawatirkan berpotensi terjadinya bencana alam. Untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya resiko bencana yang diakibatkan musim hujan, pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengimbau kepada seluruh warga Sukabumi agar meningkatkan kewaspadaannya.

“Berdasarkan prediksi BMKG yang kami terima informasinya, bahwa yang perlu diwaspadai dan dikhawatirkan mengenai dampak dari fenomena La Nina. Karena fenomena ini dapat menyebabkan intensitas hujan yang bertambah,” ujarnya.

Untuk itu, saat ini warga Sukabumi bukan hanya harus hati-hati saja. Tetapi, warga harus ditingkatkan lagi kewaspadaannya. Apalagi, dengan intensitas curah yang datang secara tiba-tiba. “Iya, seperti beberapa hari tekakhir hujan di Sukabumi terus-terusan. Ini jangan sampai rahnat itu menjadi musibah,” paparnya.

Sebab itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh pihak agar tidak menebang pohon seenaknya dan membangun rumah di tempat berbahaya. Seperti di lereng ataupun di tebing dan rumah yang sudah rusak itu harus cepat diperbaiki.

“Jangan sampai tempat didiami itu, nanti kalau ada angin kencanag ambruk, siapa yang kena musibah. Iya, penghuni rumah,” bebernya.

Pihaknya menambahkan, dalam mengantisipasi bencana alam. Seperti banjir dan longsor, pemerintah Provinsi Jawa Barat, terus menggencarkan program penanaman 50 juta pohon di wilayah Jawa Barat. Baru-baru ini, dirinya telah menanam ratusan pohon dari berbagai jenis di wilayah Situ Cijeruk, Desa Situmekar, Kecamatan Sukaraja.

“Penanaman pohon ini merupakan progres dari program Gubernur Jawa Barat untuk menanam 50 juta pohon di wilayah Jawa Barat. Ini dilakukan karena adanya beberapa bencana alam dan juga banyak daerah-daerah yang dulu rindang dan hijau, udaranya sejuk. Tetapi kini berubah menjadi banyak pemukiman dan udara yang dirasakan saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Baik dari segi panasnya maupun dalam segi bersihnya, sekarang berbeda. Makanya,pemerintah menginisiasi untuk mengembalikan Jawa Barat hijau dan bersih,” pungkasnya. (Den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *