KABUPATEN SUKABUMI

Sopir Trayek 19 Meradang

×

Sopir Trayek 19 Meradang

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, Ketua Pengurus Angkot Trayek 19, Jantuk (47) warga Kampung Panggeleseran, RT 1/5, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh mengatakan, para sopir angkot trayek 19 menuntut kepada PT SCG agar dapat bertanggung jawab terhadap kerusakan ruas Jalan Raya Palabuhan II. Sebab, PT SCG telah menjadi faktor utama kerusakan jalan. “Jalan ini mau tidak cepat rusak bagaimana, jika setiap harinya aktivitas kendaraan berat milik PT SCG melintas dengan kelebihan kapasitas muatan. Kami sangat kesal kepada perusahaan ini, karena berdampak pada penumpang yang mengeluh. Belum lagi, banyak kerusakan dalam suku cadang kendaraan, karena jalannya berlubang,” tandasnya.

Ia merasa kesal, dengan sikap PT SCG yang sudah melanggar perjanjian dengan kedua belah pihak antara pihak perusahaan dengan para sopir angkot trayek 19 terkait pelarangan jam operasional pengangkutan barang PT SCG. Selain itu, dalam kesepakatan tersebut warga juga meminta pada pihak perusahaan agar melakukan perbaikan jalan yang rusak. Sebab, jalan yang menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi ini selalu dipergunakan oleh transport PT SCG.

Bank bjb Tandamata

“Sebenarnya, pada 2 Desember 2016 lalu, para sopir angkot pernah melakukan musyawarah dengan PT SCG di Cibolang. Dalam pertemuan itu, mereka meyatakan siap akan memperbaiki dan merawat Jalan Raya Palahunan II. Namun pada faktanya jalan ini mengalami kerusakan cukup parah hingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.

Kerusakan badan Jalan Raya Palabuhan II, ujar Jantuk, mulai terjadi sejak musim hujan pada 2017 lalu. Namun, kondisi jalan mulai terlihat parah dan banyak lubang yang mangangga dipenuhi air dan lumpur sejak dua bulan terakhir ini. “Alhamdulillah, meski aksi mogok massal tidak jadi, tetapi jalan yang rusak ini akan diperabaiki oleh PT SCG. Hasil dari mediasi kali ini, katanya pihak perusahaan akan melakukan perawatan jalan.

Namun untuk pembangunan pembentonan di Jalan Raya Pelabuhan II, rencanaya PT SCG akan melakukannya pada April 2018 mendatang. Mudah-mudahan perusahaan itu benar-benar bertanggung jawab. Sebab, jika mereka menyalahi janjinya. Maka, kami tidak sungkan-sungkan akan melakukan aksi besar-besaran di depan PT SCG,” pungkasnya. (cr13/t)