“Kalau jaman saya mah masalah tea, jadi pemasukannya minus untuk ke khas PAD. Nah, minus itu karena tadi ada beberapa anggaran penyertaan yang belum bisa dipertanggungjawabkan, itu temuannya BPK,” tukasnya.
“Sebenernya dan seharusnya ada pemasukan semua perusahaan daerah itu. Iya, seharusnya Perumda ATE Itu tidak rugi, karena dia mitra bagi investor pertambangan langsung dan fee-nya itu jelas. Jadi, dia itu alat kepanjangan tangan pemerintah sebagai pengawas,” timpalnya.
Sebab itu, ia mengimbau kepada seluruh perusahaan milik pemerintah daerah lainnya. Selain dari Perumda ATE, juga semua badan usaha milik daerah diminta agar dapat membantu tugas dari OPD yang mempunyai kontribusi sebagai hasil.
“Iya, seperti PDAM, rumah sakit, Perumda Agro dan semuanya harus bisa memberikan kontribusi dan membantu pemerintah. Nah, dari semua itu yang baru bisa memberikan kontribusi hanya PDAM dan rumah sakit saja. Sementara, badan usaha lainnya belum maksimal,” pungkasnya. (den/d)






