Soal Akta Cerai, Pria di Ciemas Sukabumi Bisa Ajukan PK

DIWAWANCARAI: Rizki Akbar, pengacara Imas yang menggugat cerai Saman. FOTO : NANDI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Pengadilan Agama Cibadak Kelas IA angkat bicara soal akta cerai kepada Saman (52). Warga Kampung Ciwangi, Desa Sidomulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi digugat cerai oleh istrinya, Imas (40) yang saat ini masih bekerja di Arab Saudi.

Melalui Panitera Muda Permohonan PA Cibadak Aji Sucipto mengatakan, keluarnya akte cerai tersebut sudah sesuai mekanisme. Sehingga jika Saman keberatan, dapat mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung.

“Terkait itu mekanismenya kan sudah ada ya, kalau memang keberatan atas putusan pengadilan tersebut bisa mengajukan PK yang bersangkutan,” kata Aji saat diwawancarai, Selasa (10/1).

Untuk mengajukan PK, lanjut Aji, Saman harus membawa bukti-bukti terkait dengan keberatannya. Dalam pengajuan PK tidak ada batasan waktu. Sehingga Saman bisa melakukannya kapan saja jika benar-benar akan melakukan PK ke MA. “Selama memang itu diperlukan dan disumpah, itu nggak masalah, kapan pun bisa,” jelasnya.

Sementara itu, Rizki Akbar sebagai pengacara Imas menerangkan, telah menerima informasi dari keluarga Saman yang tidak menerima panggilan sehingga mengajukan keberatan, dengan datang ke pengadilan mengkonfirmasi kebenaran hal terkait akte cerai tersebut.

“Kata orang pengadilan panggilannya patut, nah disana pak Saman keberatan karena tidak nerima panggilan, terus informasinya ingin mencari keadilan, kamipun belum mengetahui keadilan dari mana,” kata Rizki.

“Saat ini sudah saya mediasi sama keluarga Imas untuk membereskan secara kekeluargaan. Alhamdulillah, pagi, dari KUA sudah mau datang ke keluarga bu Imas dan mantan suaminya untuk menyelesaikan masalah ini,” sambungnya.

Masih kata Rizki Akbar, proses perceraian tersebut sudah satu tahun lebih. Adapun soal prosedur persidangan, Rizki menegaslan hal itu sudah sesuai aturan. Bahkan panggilan yang dilayangkan ke Saman dianggap patut sehingga diputus oleh majelis hakim.

“Ini aturannya kemarin ini kan sidangnya di KUA Jampangkulon, namanya sidang keliling. Satu kali sidang langsung putus. Nah, si mantan suami Imas ini tidak hadir itu dianggap majelis hakim, (sehingga) sepakat untuk bercerai,” beber Rizki. (Cr2/d)

Pos terkait