KABUPATEN SUKABUMI

Sinergits TNI dengan Warga Binaan pada Kegiatan TMMD le 116 Wilayah Kodim 0607/Kota Sukabumi

×

Sinergits TNI dengan Warga Binaan pada Kegiatan TMMD le 116 Wilayah Kodim 0607/Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini
KOMPAK : Anggota Kodim 0607 Kota Sukabumi saat gotong royong bersama warga Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, pada program TMMD ke 116. FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI

SUKABUMI– Pembangunan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 tahun 2023 di wilayah Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi, telah mendapatkan sambutan antusias dari semua kalangan. Khususnya masyarakat sekitar.

Seperti ini, cerita dibalik kesuksesan sinergitas TNI dengan rakyat dalam pembangunan TMMD yang diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Jambenenggang.

Bank bjb Tandamata

Laporan – Dendi Koswara Dikusumah, Kebonpedes.

Warga Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kini bisa bernafas lega. Bagaimana tidak, wilayah kecamatan yang merupakan perbatasan antara Kota dan Kabupaten Sukabumi itu, saat ini mereka bisa leluasa melakukan aktivitas dengan waktu singkat, untuk pergi ke area publik. Seperti ke sekolah, pelayanan kesehatan, pasar dan area publik lainnya.

Ini terjadi, pasca Kodim 0607 Kota Sukabumi telah berhasil mengimplementasikan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 tahun 2023 di wilayah Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes.

Untuk mensukseskan program TMMD ini, Kodim 0607/Kota Sukabumi, tampaknya bukan hal yang mudah. Bila menggunakan kendaraan roda dua, saat hujan turun, jalanan ke lokasi TMMD sangat becek. Terlebih, lokasi TMMD dari jalan raya harus menempuh sekitar 2 kilometer. Tekstur tanah yang gembur, bila tidak hati-hati kendaraan motor bisa amblas. Bahkan, jatuh.

Kawasan sekitar jalan tersebut, dulunya merupakan pesawahan, dan tidak ada jalan untuk dapat menuju Kampung Babakan, Desa Jambenenggang. Sehingga, tak ayal warga di wilayah tersebut harus berputar dulu untuk menuju jalan raya.

Namun, kini impian warga Kampung Pasantren dan Kampung Babakan, telah terkabul sudah, setelah dibangunnya jalan sepanjang 700 meter dan jembatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh personel Satuan Tugas TMMD dan masyarakat untuk membuka akses jalan baru.

Dahulu, jalan belum tersentuh oleh pembangunan, warga harus menempuh jarak sepanjang 2 kilometer untuk bisa ampai ke jalan raya. Ditambah lagi saat hujan, anak-anak yang hendak pergi ke sekolah, terpaksa harus berjuang di tengah jalan setapak yang becek untuk belajar ke sekolah.

Kerja keras TNI dan gotong royong warga, tampak penuh semangat untuk mewujudkan harapan masyarakat sekitar dalam menikmati kemudahan akses jalan.

“Awalnya itu, merupakan pematang sawah dengan lebar 50 centimeter. Namun, kita naikan jadi 4 meter badan jalan,” kata Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi, Letnan Kolonel Inf, Dedy Ariyanto yang juga selaku Dansatgas TMMD ke 116 Tahun 2023 kepada Radar Sukabumi pada Selasa (13/06).

“Para personel TNI dan masyarakat dengan penuh semangat membangun jalan dan jembatan sepanjang delapan kilometer dan lebar delapan kilometer serta kedalaman empat meter,” imbuh Letnan Kolonel Inf, Dedy Ariyanto yang juga selaku Dansatgas TMMD ke 116 Tahun 2023.

Meski dalam pelaksanaannya, para personel TNI ini terkendala faktor cuaca. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan putus asa para anggota TNI untuk suatu keberhasilan dan impian memiliki jalan untuk mempermudah kegiatan sehari-hari masyarakat. Apalagi, sudah puluhan tahun akses jalan tidak ada menuju Kampung Pesantren dan Kampung Babakan, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes.

Pelaksanaan TMMD yang dilakukan sejak 10 Mei 2023 hingga 08 Juni 2023 ini, melibatkan Polri dan TNI Angkatan Laut dan masyarakat. Bukan hanya pembangunan fisik, tapi pada program TMMD ini Kodim 0607 Kota Sukabumi ini, juga melakukan kegiatan non fisik, serta pembangunan dua unit rumah bagi warga Kampung Babakan yang lahannya terkena imbas pelebaran jalan.

“Pembangunan partisipatif kerjasama secara bersama-sama antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan fisik dan non fisik di Desa Janbenenggang dengan satu harapan, yakni keberhasilan, serta melibatkan pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai mitra kerja,” paparnya.

Menurutnya, kemanunggalan TNI dengan rakyat harus selalu ditumbuhkembangkan dan dimantapkan secara terus menerus. Salah satu kegiatan operasi bhakti TNI yang langsung menyentuh kebutuhan hidup masyarakat. Dimana pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi mengelontorkan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk program TMMD ke-116 di Kabupaten Sukabumi. Hal ini tentu mempercepat pembangunan di kawasan tersebut dengan pembangunan partisipatif yang melibatkan masyarakat.

“Sebanyak 100 warga di desa tersebut bergabung bersama TNI sebanyak 150 personel untuk pembangunan jalan dan jembatan. Pembangunannya pada Selasa 6 Juni 2023 sudah rampung 100 persen,” tukasnya.

Dalam mensukseskan program tersebut, Satgas TMMD sangat bekerja keras selama satu bulan ini. Hal ini, merupakan bentuk sinergitas lintas sektoral mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kuat. Untuk itu, Kodim 0607 Kota Sukabumi, turun langsung untuk menuntaskan apa yang menjadi kesulitan warga.

Sebab itu, ia berharap semua pengabdian prajurit ini dapat di jaga dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Desa Jambenenggang. TMMD ke-116 di Kampung Pasantren Desa Jambenenggang ini merupakan implementasi dari komunikasi dan pembangunan partisipatif yang sangat terlihat, dimana pembangunan dua unit rumah selesai tepat waktu. Ini terjadi karena partisipatif dari masyarakat yang sangat baik.

Hal lain pula dilakukan Dandim 0607/Kota Sukabumi dengan melakukan komunikasi partisipastif, dimana dalam pembangunan jalan tersebut ada lahan warga yang dilalui untuk pembangunannya. Dia mengatakan, bahwa ada beberapa pemilik lahan tidak mau melepas lahannya diambil untuk pelebaran jalan. Namun begitu tahu bahwa lahan digunakan untuk pembangunan jalan, mereka langsung menyetujui lahannya digunakan.

“Untuk itu diperlukan komunikasi antara pemerintah dalam hal ini TNI sebagai pihak yang hendak membangun dengan masyarakat sebagai sasaran dari pembangunan tersebut, sehingga pembangunan yang dijalankan bisa benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan,” bebernya.

Menurutnya, pembukaan jalan tembus dari Kampung Pasantren dengan Kampung Babakan, untuk mempersingkat waktu bagi aktivitas masyarakat dalam rangka memperlancar roda ekonomi warga. Keberhasilan pembangunan tidak lepas dari adanya komunikasi pembangunan.

Komunikasi menjadi salah satu sarana yang sangat penting, dalam menjaga interaksi dan hubungan antara masyarakat dengan lingkungan sosial, maupun masyarakat dengan TNI yang menyatakan, bahwa program TMMD akan mampu memperbaiki dan meningkatkan citra TNI di mata rakyat yang berarti, persepsi positif masyarakat terhadap TNI pun akan semakin meningkat.

“Pada akhirnya integrasi dan sinergi atau kemanunggalan TNI dengan rakyat akan semakin kuat dan tangguh. Terwujudnya ini akan menjadikan elemen kunci bagi suksesnya pembinaan teritorial dan pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan ketahanan wilayah,” paparnya.

Terbukanya akses jalan tembus dari kampung satu dengan yang lainnya akan memperlancar warga yang akan menjual hasil perkebunannya menuju wilayah pusat pasar di Sukabumi. Bahkan ini memperlancar jalur perekonomian warga dan menghemat biaya BBM yang digunakan untuk kendaraan. Biasa mereka berjalan beberapa kilometer. Namun, saat ini mereka bisa jjauh lebih dekat dan cepat.

“Dengan dibukanya akses jalan ini, warga membuka komunikasi dan wawasan serta saling mengembangkan satu daerah dengan daerah lainnya dan meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan kawasan ini, nantinya dapat membuka potensi untuk pembentukan sentra ekonomi baru di wilayah Sukabumi. Maka, warga tidak perlu jauh – jauh lagi membawa hasil pertanuan untuk dijual ke pusat pasar Kabupaten Sukabumi. Pembukaan akses jalan penghubung ini memberikan dampak mutualisme, dapat melalui jalan baru termasuk masyarakat lain yang melintasi bagi masyarakat yang akan ke wilayah kecamatan lainnya .

Bila ada sentra ekonomi baru di kawasan tersebut, otomatis kebutuhan primer warga dapat terpenuhi. Dimana lahan yang luas dan akses jalan sudah terbuka akan memudahkan implementasinya.

Hal itu mendapatkan apresiasi dari warga setempat. Salah seorang warga Kampung Babakan, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Dahlan mengaku, warga tampak antusias dan berbondong-bondong mengunjungi lokasi pembangunan, untuk melihat sekaligus menikmati langsung jalan yang dibangun oleh Satgas TMMD ke-116 di wilayah Kodim 0607/Kota Sukabumi. “Perasaan warga senang sekali, ini sudah lama menjadi impian kami warga disini,” kata Dahlan.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan TMMD, kami tidak lagi lewat jalan yang sulit. Apalagi kalau sudah hujan rintangan dalam perjalanan semakin berat. Kami warga disini sangat bersyukur sekali dan mengucapkan terimakasih kepada TNI,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, sangat mengapresiasi atas hasil kerja Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 Kodim 0607/Kota Sukabumi yang sudah melakukan pembangunan fisik dan non fisik.

“Saya turut bangga dan mengapresiasi sebesar- besarnya. Dimana tugas ini apabila dikerjakan oleh pemborong, maka tidak akan selesai dalam waktu satu bulan,” kata Marwan.

Orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, mengungkapkan bahwa berkat kerja anggota TNI/Polri di lapangan, maka pembangunan badan jalan, dapat terlaksana sebaik mungkin. “Program TMMD ini telah banyak membantu tugas pemerintah di daerah, dalam meningkatkan akselerasi pembangunan dan membantu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Den)

BEDAH RUMAH: Program TTMD ke 116 yang dilakukan Kodim 0607/Kota Sukabumi menyasar rumah warga yang tidak layak huni menjadi layak huni. FOTO: IST