Sempat Dibully, Kini Jadi Kebanggaan Kabupaten Sukabumi

Mengenal Atlet Disabilitas Kabupaten Sukabumi, Yaya Firmansyah (23)

ATLET disabilitas panjat tebing asal Kampung Banjarsari, RT 05/02, Desa Warnasari Kecamatan Surade ini adalah salah satu atlet kebanggaan Kabupaten Sukabumi. Sejak lahir, Yaya sudah terlahir dengan keterbatasan fisik. Kendati demikian, hal itu bukan menjadi alasan untuk ketertinggalan Yaya dalam meraih prestasi.

Bacaan Lainnya

Rendi Rustandi, Sukabumi

MODAL berani, modal percaya diri, menjadi modal utama Yaya Firmansyah untuk bergelut dengan semua tantangan hidup yang ia hadapi. Ia kenyang dibully semasa duduk di bangku sekolah dasar oleh teman-teman sebayanya. Ya, karena keterbatasan fisik yang ia alami.

Yaya Tak berkecil hati atas semua cemoohan itu, ia terus bangkit menatap tantangan. Dari situ lah, gelora mentalnya mulai bangkit. Ia bangkit untuk membuktikan kepada dunia kalau keterbatasan fisik, bukan alasan untuk meraih prestasi.

Usai acara Porpemda Kabupaten Sukabumi di Stadion Cisaat kemarin, kepercayaan diri Yaya mengaku semakin tumbuh tatkala ia duduk di Sekolah Luar Biasa (SLB) SMP dan SMA di Kecamatan Surade.

Selain itu, motivasi dari kedua orangtua terutama doa dan dukungan lahir batin ibundanya, menjadi pelecut semangat Yaya untuk terus berprestasi hingga sampai saat ini.

“Awalnya sempat minder, tapi karena dukungan dari orang terdekat, saya terus bangkit dan terus bersemangat untuk meraih prestasi,” ujar Yaya kepada Radar Sukabumi di sela-sela acara Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2017 di Stadion Korpri Cisaat Kabupaten Sukabumi, Senin (16/9).

Meski belum memperoleh medali emas, pria lulusan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung tahun 2017 ini setidaknya sudah mampu mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi diajang panjat tebing tingkat nasional 2017 di Makasar dan panjang tebing tingkat Asia di Bali pada Februari 2017 lalu.

Diajang kejuaran panjat tebing disabilitas tersebut, anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Saefudin dan Jojoh ini telah memperoleh medali perak dan perunggu.

“Saya memperoleh kemampuan panjat tebing ini melalui jalan otodidak, selebihnya mendapat ilmu dan bimbangan langsung dari guru sekaligus pelatihnya yakni Epa Mulyana, guru di SLB Negeri Surade Kabupaten Sukabumi,” akunya.

Selain jadi atlet disabilitas, pria kelahiran Sukabumi tahun 1994 ini juga ternyata mempunyai kesibukan sebagai motivator.

Ya, Yaya Firmasnyah merupakan motivator yang kerap mengisi beberapa acara penggugah semangat hidup di sejumlah universitas atau tempat umumnya lain.

Terakhir kata Yaya, ia menjadi salah satu narasumber acara motivasi di Surabaya, Jawa Timur.

Karena semangat hidupnya yang luar biasa ini, Yaya sempat pula tampil diacara Hitam Putih Trans7 beberapa waktu lalu.

“Dengan keterbatasan yang saya miliki, saya ingin berbagi motivasi hidup. Keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Saya ingin berguna bagi sesama, baik dengan prestasi ataupun dengan berbagi pengamalan hidup,” terang pria yang memiliki hobi dibidang desain IT ini.

Setelah lulus di Uninus Bandung, Yaya memilih jadi tenaga sukarelawan di SLB Negeri Surade.

“Cita-cita saya sebenarnya menjadi pembimbing konseling pendidikan,” pungkas Yaya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *