SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Sebuah homestay tapi berkonsep bilik bambu bakal ada di Sukabumi. Ya, namanya saungstay. Salah satu sarana pendukung pariwisata di Kabupaten Sukabumi ada di Kampung Lahang yang berada di Desa Wisata Gunung Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit.
Hadirnya saungstay merupakan salah satu projek dalam program dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Vanguard Desa Wisata oleh mahasiswa dari berbagai universitas se-Indonesia. Program yang digagas oleh Desa Wisata Nusantara Provinsi Jawa Barat dan aplikasi travel PigiJo difokuskan di tiga lokus desa wisata Kabupaten Sukabumi. Salah satu lokusnya di Kampung Lahang, Desa Wisata Gunung Gede Pangrango.
“Ya, kami hadir dengan konsep homestay yang baru. Yaitu saungstay. Karena rumah singgahnya berbentuk saung. Sengaja dibuat seperti ini selain karena kearifan lokal, juga untuk menambah daya tarik wisata,” kata Ketua TKM Local Campion KBG Gede Pangrango, Agus Setiawan kepada Radar Sukabumi, Selasa (1/2).
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi Gun Gun Gunardi secara khusus mendatangi lokasi tersebut, Senin (31/1). Dia disambut oleh Ketua Desa Wisata Nusantara Provinsi Jawa Barat Agus Ramdhan dan sembilan mahasiswa tersebut.
“Intinya program ini bagus sekali, yaitu ingin mengeksplor potensi budaya dan wisata yang ada di Kampung Lahang,” kata Gun Gun.
Gun Gun mengaku ada konsep positif yang sedang digagas dan akan ditawarkan oleh para mahasiswa. Salah satunya adalah produk paket wisata di Kampung Lahang. Apalagi dengan sentuhan teknologi informasi yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk informasi dan promosi.
“Saya melihat ada semangat dari masyarakat bisa meningkatkan konsep homestay. Ada penyesuaian konsep masyarakat membangun sendiri satu unit baangunan yang hari baru selesai ada empat. Di situ pengunjung bisa menikmati suasana desa yang disuguhkn dengan kearifan lokal. Apalagi barang yang digunakan adalah barang lokal yaitu bambu. Ini adalah sesuatu yang baru, bisa dikembangkan dan diadaptasi ke depan sehingga konsep desa wisata bisa berkembang dengan memanfaatkan kearifan lokal,” papar Gun Gun.
Sementara itu, Ketua Dewisnu Jabar Agus Ramdhan mengapresiasi kehadiran Kepala DPMD yang meninjau kegiatan mahasiswa Vanguard Desa Wista di Kampung Lahang.
“Adanya pentahelix yang membuat desa wisata ini bisa berkembang, berharap pemerintah kabupaten Sukabumi menyekolahkan lagi mereka yg menjadi pendamping mahasiswa sekarang ini mengenai tatakelola dan manajemennya agar desa wisata ini bisa lebih bermanfaat buat masyarakat sehingga bisa menambah penghasilan buat masyarakat sekitar agar lebih sejahtera. Sesuai dengan pemerintah pusat membangun mulai dari pinggiran dulu, desa membangun,” harapnya. (izo)




