Desa Cianaga kini menjadi contoh nyata pendekatan multisektoral dalam penanganan stunting. Yang membuat program ini istimewa adalah keterlibatan aktif masyarakat. Warga menyumbang tenaga, bahan bangunan, bahkan makanan untuk para pekerja. Suasana gotong royong terasa hangat—bapak-bapak mengangkut bata, ibu-ibu menyiapkan konsumsi, dan anak-anak menyaksikan dengan riang.
“Rumah Sehat Genting bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi gerakan sosial. Pencegahan stunting harus melibatkan perubahan perilaku, perbaikan lingkungan, dan solidaritas sosial,” tegas Uus.
Jika kolaborasi semacam ini terus diperluas, bukan mustahil angka stunting di Sukabumi akan turun signifikan. Terlebih, pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 14 persen.(den/d)






