KABUPATEN SUKABUMI

Resahkan Warga, ODGJ di Jampangtengah Diamankan

JAMPANGTENGAH – Polsek Jampangtengah, telah mengamankan seorang terduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisial Mis (45) warga Kampung Artana, RT 2/5, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Minggu (24/11). Ia diamankan petugas. Lantaran, dianggap meresahkan warga sekitar.

Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin mengatakan, Mis telah diamankan petugas, berdasarkan laporan dari masyarakat, bahwa di wilayah Desa Bojongtipar, ada seseorang yang diduga ODGJ yang kerap meresahkan warga.

“Karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya seorang ODGJ itu, kami bawa bersama pemerintah desa ke Puskesmas untuk diperiksa kesehatan dan kejiwaaannya,” jelas Usep kepada Radar Sukabumi, kemarin (24/11).

Masih kata Usep, karena dirasa membahayakan warga sekitar, keberadaan OGDJ tersebut dilaporkan agar segera ditangani. Namun saat pengamanan, pihaknya juga berkoordinasi dengan seluruh stakeholader. Seperti, pihak keluarga, pemerintah kecamatan, Puskesmas Jampangtengah, pemerintah desa dan tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, dalam pengamanan ODGJ ini berjalan baik,” imbuhnya.

Setelah diamankan, sambung Usep, ODGJ tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Jampangtengah.

Setelah itu, ia bersama pemerintah Desa Bojongtipar dan Puskesmas Jampangtengah, langsung mengevakuasi ODGH tersebut, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamdusin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan tindakan tim medis.

“Di wilayah Jampangtengah ini, harus memiliki tempat khusus untuk menampung ODGJ. Seperti di Puskesmas. Sehingga bilamana ada ODGJ, kita masukan ke karantina,” tandasnya.

Kepala Desa Bojongtipar, Heri Husen mengatakan, seorang ODGJ tersebut sengaja diamankan petugas. Lantaran, dalam aktivitas sehari-harinya kerap meresahkan warga sekitar.

“Warga takut, karena dalam kesehariannya, Pak Mis itu sering membawa senjata tajam dan kayu,” katanya.

Berdasarkan pengakuan dari keluarganya, ujar Heri, Mis ini sudah puluhan tahun mengidap gangguan jiwa. Pihak keluarganya, sudah berupaya maksimal membawa Mis ke rumah sakit maupun ke tempat pengobatan tradisional.

Namun, hingga saat ini kondisi kesehatan Misbahudin belum juga lekas sembuh. “Menurut pengakuan dari keluarganya, Pak Mis itu mengalami sakit seperti ini, sejak ia diceraikan istrinya pada puluhan tahun silam. Mungkin ia, mengalami depresi karena selain diceraikan juga ia mengalami hambatan dalam faktor ekonomi,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button