Ratusan Rumah di Desa Cikembar Reyot, Pemerintah Harus Lakukan Ini

  • Whatsapp
Rumah tidak layak huni

CIKEMBAR — Ratusan rumah warga di Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, kondisinya sangat memprihatinkan dan kondisinya tidak layak tempati. Lantaran, selain banyak gentingnya bocor dan dinding serta atapnya banyak yang terkelupas akibat dimakan usia

Kepala Desa Cikembar, Suhendar kepada Radar Sukabumi mengatakan, berdasarkan data yang tercatat di Pemerintah Desa Cikembar, saat ini terdapat sekitar 205 rumah yang kondisinya kian memprihatinkan dan masuk pada kategori Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Mayoritas kondisi rumah berukuran 7 x 5 meter persegi tersebut, terbuat dari anyaman bambu.

Bacaan Lainnya

“Jumlah Rutilahu di Desa Cikembar pada tahun 2020 lalu itu, terdapat 225 Rutilahu. Namun, pada tahun tersebut kami mendapatkan bantuan sekitar 20 unit dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sehingga sisanya pada tahun 2021 ini, ada sektiar 205 lagi Rutilahu di Desa Cikembar,” jelas Suhendar kepada Radar Sukabumi.

Menurutnya, pemerintah Desa Cikembar telah memiliki lima kedusunan. Yakni, Kedusunan Cikembar, Sukamantri, Cilangkap, Cikate dan Kedusunan Palimabelas. Hampir di seluruh kedusunan yang ada di wilayah Desa Cikembar terdapat Rutilahunya. “Namun, dari lima kedusunan ini paling banyak jumlah Rutilahunya itu, berada di Kedusunan Cikembar. Karena di wilayah tersebut hampir sepertiganya jumlah rutilahu di Desa Cikembar. Selain itu, di kedusunan tersebut jumlah penduduknya juga lebih padat, jika dibandingkan dengan kedusunan yang lainnya,” paparnya.

Mayoritas rumah warga yang masuk dalam kategori Rutilahu ini, mereka berpofesi sebagai buruh harian lepas dan para petani, baik itu petani padi maupun petani palawija. Kini, mereka yang tinggal di rumah tidak layak huni itu, tengah dihantui rasa was-was. Lantaran, kondisi bangunan rumah yang mayoritas terbuat dari anyaman bambu itu, selain banyak genting yang bocor dan dinding serta atap dan kayu penyangganya banyak yang terkelupas akibat dimakan usia. Sehingga ketika hujan deras dan angin kencang, dikhawatirkan ambruk.

“Alhamdulillah, kalau di tahun 2020 kita mendapatkan bantuan sebanyak 20 unit. Namun, untuk di tahun ini Desa Cikembar belum mendapatkannya. Padahal kita sudah mengusulkan bantuan itu kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga pemerintah pusat,” bebernya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *