“Saat ini, peran serta pemerintah daerah dalam menjaga kearifan lokal sangat minim. Hal ini terbukti pada kontes tingkat nasional 2018 yang diselenggarakan di Objek Wisata Karang Para, Desa Cimanggu, Kecamatan Gunungguruh, hanya dihadiri oleh Dinas Kebudayaan saja. Padahal jika dilihat dalam peraturan, sudah jelas kontes adu ketangksasan domba garut ini mendapatkan apresiasi dari Prsiden Republik Indonesia. Bahkan, pada 2017 lalu Pak Joko Widodo menghimbau agar dapat menjaga dan melestarikan budaya Sunda. Seperti kontes adu ketangkasan domba garut,” paparnya.
Masih di tempat yang sama, Ketua HPDKI Kota Sukabumi, Didin menambahkan, HPDKI ingin mengembangkan seni ketangkasan adu domba, agar tetap bisa bersaing dengan kesenian yang lainnya, sekaligus untuk mempererat tali persaudaraan di antara para peternak domba yang ada di Jawa Barat.
“Adu ketangkasan domba ini dinilai dari berbagai kriteria. Seperti, adeg-adeg, kesehatan teknik bertanding, teknik pemukulan dan teknik pemindangan. Sementara kriteria juaranya ditentukan oleh kualitas pukulan, gaya bertanding, ketangkasan, keindahan fisik, kelincahan dan sebagainya,” bebernya.
Dalam kontes tersebut, lanjut Didin, panitia kegiatan telah menyediakan satu unit sepeda motor dan sejumlah barang elektronik sebagai hadiah untuk pemilik domba yang menjuarai sejumlah kelas.
“Intinya, dalam kontes ini selain untuk meningkatkan tali silaturahmi dan melestarikan budaya Sunda, juga untuk meningkatkan faktor ekonomi para peternak domba. Sebab, harga domba jika hanya disimpan di kandangnya saja, hanya dapat memiliki nilai jual sekitar Rp5 juta saja. Tetapi jika sudah dikonteskan dan mereka berhasil menjadi juara, maka harga jualnya jadi melambung naik. Bahkan, harga jualnya bisa sampai Rp50 juta per ekornya,” ujarnya.
Arena pertandingan yang dimeriahkan musik tradisional gendang pencak ini, terlihat dua ekor domba beradu agresivitas, jual beli tandukan silih berganti antara keduanya. Bahkan, terlihat cerdas domba tersebut ketika disuruh pelatihnya mundur, mereka menurut mundur, begitu juga ketika disuruh maju, mereka menyerang tanpa ragu.





