KABUPATEN SUKABUMI

Rampung tapi Bermasalah, Proyek Irigasi Cibeber Tuai Kritik

×

Rampung tapi Bermasalah, Proyek Irigasi Cibeber Tuai Kritik

Sebarkan artikel ini
DIPROTES : Kondisi bangunan aliran air di Daerah Irigasi (DI) Cibeber, tepatnya di Kampung Sumur Duri, RT 01/RW 01, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, yang diprotes warga.
DIPROTES : Kondisi bangunan aliran air di Daerah Irigasi (DI) Cibeber, tepatnya di Kampung Sumur Duri, RT 01/RW 01, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, yang diprotes warga.

SUKABUMI Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan utama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum di Kabupaten Sukabumi menuai sorotan. Meski dinyatakan rampung, hasil fisik di lapangan dinilai tidak maksimal dan diduga dikerjakan asal-asalan oleh penyedia jasa, PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Bank bjb Tandamata

Proyek yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Citarum ini bertujuan mengoptimalkan aliran air di Daerah Irigasi (DI) Cibeber. Namun, kondisi di Kampung Sumur Duri, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, menunjukkan sejumlah titik irigasi masih bermasalah.

Sekretaris Desa Mekartanjung, Taofik Abdulah, mengatakan terdapat beberapa titik penyempitan irigasi yang tidak tersentuh pembangunan. Bahkan, sebuah jembatan kecil tetap dibiarkan tanpa perbaikan sehingga menghambat aliran air.

“Kami melihat ada bagian yang pengerjaannya asal-asalan. Beberapa titik penyempitan dilewatkan begitu saja, padahal itu menghambat aliran,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Taofik menegaskan, kualitas proyek ini mengecewakan karena irigasi tersebut menjadi urat nadi bagi sekitar 100 hektar lahan pertanian warga. Jika rehabilitasi tidak dilakukan menyeluruh, distribusi air berpotensi terganggu dan mengancam hasil panen.

“Harapan kami proyek ini menjadi solusi permanen. Tapi jika hasilnya seperti ini, fungsinya tidak akan optimal,” tambahnya.