CISAAT – Sampai saat ini, rambu lalu lintas di jalan Lingkar Selatan Sukabumi masih terpasang tak beraturan. Hal tersebut pun menjadi perbincangan para pengguna jalan. Selain dinilai tidak efisien, juga pemerintah dinilai menghambur-hamburkan anggaran.
Pantauan Radar Sukabumi, rambu-rambu lalu lintas yang terpasang itu berada dibeberapa titik. Seperti di Cibadak, Jalur Lingkar Selatan dan wilayah Cisaat.
Rambu yang terpasang merupakan rambu tanda larangan parkir dan berhenti, dipasang dengan jarak sekitar dua meter. Jarak ini pun menjadi polemik dan terkesan pemerintah telah menghambur-hamburkan anggaran.
“Kami yakin, rambu ini dipasang menggunakan anggaran. Sayang saja, masa setiap dua meter dipasang,” ujar Ketua Divisi Informasi dan Publikasi Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi Anggaran Sukabumi, Bakti Danurhadi kepada Radar Sukabumi.
Selain terkesan menghambur-hamburkan anggaran, juga pemasangan tersebut terkesan dipaksakan dan tidak efisien. Pasalnya, seharusnya rambu-rambu lalu lintas dipasang di tempat yang tepat, seperti tempat yang rawan terjadi kemacetan.
“Bahkan kami menilai, pemasangan rambu-rambu ini seperti tidak masuk dalam perencanaan. Jadi dipasangny di mana saja,” imbuhnya.
Karena dinilai tidak efisien, Bakti pun berharap pemerintah yang melakukan pemasangan kembali melakukan penataan. Jangan sampai, satu lokasi dipasang puluhan rambu lalu lintas dan mengesankan pemerintah tidak objektif. “Mohon untuk ditata lagi. Jangan sampai memunculkan konotasi negatif,” singkatnya.
Sementara itu, Kadishub Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana menambahkan, terkait pihak yang memasang rambu-rambu tersebut, Thendy memastikan bukanlah Pemda Kabupaten Sukabumi, melainkan dari Pemerintah Pusat dan provinsi.
Sehingga, untuk penertibannya pun harus menunggu serah terima atau hasil pemeriksaan pihak yang memasang.
“Memang kita akui, itu terlalu berdekatan. Kami juga berencana untuk melakukan penataan, setelah selesai pemeriksaan,” singkatnya. (ren)



