PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Masuk Tahap SCG ESG 4 Plus

Government Liaison and Community Relation Manager PT SCG Indra Leksono, bersama jajarannya saat foto bersama puluhan awak media
KOMPAK : Government Liaison and Community Relation Manager PT SCG Indra Leksono, bersama jajarannya saat foto bersama puluhan awak media di salah satu hotel yang ada di Kota Sukabumi pada Rabu (25/01).

SUKABUMI – PT Semen Jawa dan PT Tambang Sukabumi, kini telah memasuki babak baru dalam penerapan SCG ESG 4 Plus. Ini dimaksudkan, untuk mencapai keberlanjutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Selama satu dekade, perusahaan telah berkontribusi terhadap pembangunan multisektor, khususnya pada lima desa yang berada di wilayah operasional meliputi, Desa Sirnaresmi, Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh dan Desa Wangunreja, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung serta Desa Tanjungsari Kecamatan Jampangtengah.

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil mengatakan, tahun ini, perusahan telah menyiapkan 93 program berlandaskan ESG 4 Plus, terdiri dari program yang sama dan program baru, mencakup inovasi teknologi, pembangunan multisektor, dan kolaborasi dengan stakeholder. “SCG ESG 4 Plus dikembangkan oleh SCG dari prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance),” kata Somchai kepada Radar Sukabumi pada Rabu (25/01).

SCG ESG 4 Plus dengan empat fokus tersebut. Yakni, mengurangi emisi karbon (Set Net Zero), menciptakan produk dan industri hijau (Go Green), menekan kesenjangan (Reduce Inequality), dan merangkul kolaborasi dengan berbagai stakeholder (Embrace Collaboration). “Sementara Plus bermakna keadilan dan transparansi, baik di dalam maupun di luar perusahaan,” paparnya.

Menurutnya, perusahaan telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) sejak tahun 2013. Implementasi ESG 4 Plus sesungguhnya, telah tecermin pada program pembangunan multisektor yang selama ini, dijalankan dan tertuang dalam rencana jangka panjang perusahaan. Rencana tersebut tentunya berangkat dari tantangan serta potensi yang ada di masyarakat Sukabumi.

“Tahun ini, kami akan mengusung beberapa program unggulan dengan mempererat kolaborasi seluruh elemen dan merangkul masyarakat lebih luas,” tutur Somchai.

Untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan industri hijau, perusahaan mengusung inovasi teknologi Alternative Raw and Alternative Fuel (AR/ AF), yaitu pemanfaatan limbah industri menjadi bahan bakar pengganti energi fosil dan bahan baku alternatif untuk pembuatan semen. Di sisi lain, perusahaan juga tengah mengembangkan inovasi Refuse-Derived Fuel (RDF), teknologi pengolahan sampah perkotaan / Municipal Solid Waste (MSW) untuk menghasilkan energi panas sebagai bahan bakar produksi semen.

“Proyek ini dibangun di TPA Cimenteng untuk membantu pemerintah Kabupaten Sukabumi, dalam mengatasi persoalan limbah. Kedua inovasi ini selaras dengan target net-zero pada tahun 2050 yang ditargetkan pemerintah Indonesia,” paparnya.

Untuk menekan kesenjangan sosial dan merangkul kolaborasi, perusahaan kembali melanjutkan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang tahun ini menyasar lima desa, yaitu Desa Kebonmanggu, Sirnaresmi, Sukamaju, Tanjungsari, dan Wangunreja. Program pembangunan multisektor ini, meliputi infrastruktur, agama dan budaya, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan dengan total biaya sebesar Rp1,6 Miliyar.

“Salah satu hasil PPM yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat luas, adalah pembangunan jalan di Sukabumi sepanjang lebih dari 9.700 meter persegi yang dibangun secara bertahap sejak tahun 2013 hingga 2022,” timpalnya.

Di luar kelima desa tersebut, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi setiap tahunnya juga berkontribusi dalam pembangunan proyek infrastruktur di Jalan Pelabuhan II hingga Cikembang. Sejak tahun 2016 hingga 2022, perusahaan telah melakukan pembangunan jalan sepanjang 5.8 kilometer dan perbaikan sepanjang 7.9 kilometer, hingga kini terus bertambah.

“Perusahaan juga berkolaborasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat agar realisasi proyek tersebut berjalan optimal,” tandasnya.

Berkat konsistensi perusahaan dalam membangun Sukabumi, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, berhasil meraih dua penghargaan dalam Forum CSR Jawa Barat 2022 yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Penghargaan tersebut meliputi 1st Place Winner pada kategori Stunting Eradication Award dan 2nd Place Winner pada kategori Millennial Farmers Award.

Selain itu, pada tahun yang sama, dua UMKM binaan perusahaan yaitu Pokdakan Lumbung Berkah dan Pokdakan Sidat Bumi turut meraih Anugerah Sukabumi Award 2022 dalam event HUT Kabupaten Sukabumi ke-152.

Di sisi internal, perusahaan juga memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, yang mana 90,27 persen tenaga kerja yang bekerja di PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, merupakan masyarakat asal Sukabumi. “Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan sektor pendidikan di Kabupaten Sukabumi, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, kembali berkontribusi dalam pelaksanaan SCG Sharing the Dream 2023 dengan menyiapkan lebih dari 150 beasiswa untuk siswa SMA dan mahasiswa tingkat S1 asal Sukabumi.

“Program terbaru lainnya adalah Generasi Mentari, untuk mewujudkan sekolah percontohan yang ramah lingkungan dan menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi generasi muda di SDN Wangunreja, Kecamatan Nyalindung,” imbuhnya.

Sementara itu, Government Liaison and Community Relation Manager PT SCG Indra Leksono menjelaskan, kesuksesan pelaksanaan seluruh program CSR perusahaan tak lepas dari dukungan berbagai stakeholder. Seperti pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah Kabupaten Sukabumi, pemerintah desa, Karang Taruna, serta BUMDes.

Tahun ini, perusahaan mengusung program baru di bidang kesehatan. Seperti Gerakan Makan Ikan (Gemari) untuk menekan angka stunting dan memfasilitasi pembiayaan penuh BPJS Ketenagakerjaan bagi 89 pekerja rentan seumur hidup.

Selain itu, pihaknya juga menyadari bahwa untuk mencapai keberlanjutan dan mendukung kesejahteraan di Sukabumi, tidak bisa kami lakukan sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi dari seluruh elemen.

“Sebagai contoh, program GESARI yang telah kami gagas sejak tahun 2021 mendapatkan antusiasme yang baik dari masyarakat, sehingga mereka bisa meningkatkan geliat ekonomi desa,” jelas Indra.

Pos terkait