PT PRFI Bantah Cemari Sungai Cicatih

PENGECEKAN: DLH Kabupaten Sukabumi saat mengecek penampungan limbah PT PRFI di Kecamatan Parungkuda.

PARUNGKUDA, RADARSUKABUMI.com- Manajemen PT Promed Rahardjo Farmasi Industri (PRFI) di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, akhirnya angkat bicara. Mereka membantah limbahnya mencemari Sungai Cicatih dan memastikan limbah cairnya tidak akan berdampak buruk bagi lingkungan.

HRD Manajer PT PRFI, Irfan Wibisana menjelaskan, perusahaan tempat ia bekerja sudah menempuh semua prosudur yang disyaratkan pemerintah dengan melengkapi dokumen perizinan. Sebab itu, limbah yang dibuang ke sungai sudah sesuai dengan arahan dari dokumen perizinan yang dikantonginya. “Sebelum ke sungai, limbah perusahaan ini masuk dalam 14 bak penampungan. Jadi bila ada cairan yang ke sungai, itu kami pastikan tidak akan membahayakan. Perizinan kami pun sudah lengkap kok,” jelas Irfan kepada Radar Sukabumi, kemarin (4/7).

Tak hanya itu, Irfan juga membantah soal tudingan warga yang menyebut masa berlaku Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) perusahaan sudah kadaluarsa. Ia mengklaim, masa berlaku IPLC perusahaan ini sampai 2021 mendatang. “Itu juga tidak benar. IPLC kami ini berlaku sampai tahun 2021,” tuturnya.

Karena perusahaan tidak melanggar aturan, Irfan pun mengklaim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi tidak memberikan saran perbaikan setelah meninjau lokasi pembuangan limbah. “DLH dan pemerintah setempat juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Apa yang dikeluhkan warga itu tidak terbukti,” paparnya.

Selama ini, sebagai bentuk tanggung jawab pihak perusahaan, Irfan mengklaim Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan setiap bulan disalurkan untuk warga sekitar. Salah satunya digunakan untuk perbaikan jalan lingkungan. “Kami juga selalu memberikan bantuan dihari-hari besar, seperti Idul Fitri dan hari besar lainnya. Belum lagi setiap bulannya, kami membantu untuk pembangunan jalan lingkungan. Jadi mengapa hal yang seharusnya tidak dipersoalkan, malah dipersoalkan,” cetusnya.

Sebelumnya, Sekjen DPC Peduli Lingkungan Jawa Barat (Palawija) Kabupaten Sukabumi sekaligus warga Kampung Suweng, Teddy Permanadinata mengaku mulai mencium bau menyengat yang diduga berasal dari cairan limbah PT PRFI. Limbah cair yang dibuang ke sungai oleh pihak perusahaan dikhawatirkan mengandung kimia dan dapat membahayakan bagi lingkungan. “Selain menimbulkan bau tak sedap, kami juga khawatir nantinya limbah yang dibuang perusahaan ke sungai ini mengandung bahan kimia yang bisa mengancam kelestarian lingkungan,” ucapnya.

Sementara Staff Advokasi dan Kampaye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Wahyudin Iwang menuturkan, DLH Kabupaten Sukabumi wajib mempertanyakan dokumen perizinan perusahaan. Salah satunya, Izin Pembungan Limbah Cair (IPLC). “Jadi bukan hanya melakukan uji laboratorium saja, dokumen perizinan perusahaan juga perlu dipertanyakan. Mereka sudah melengkapi seluruh dokumenit izin lingkungan atau tidak, jika semuanya lengkap, apakah sudah sesuai dangan ketentuan aturan yang ada di Undang-undang (UU) Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH),” tuturnya. (bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.