SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Sejumlah mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Sukabumi. Mereka yang tergabung dalam kelompok KKN-TI IPB Desa Pulosari membuat program penyemaiatan tanaman kelor untuk pencegahan stunting dengan menggunakan biopot. Program ini hasil kerjasama dengan BPP Kalapanunggal dan PT. Indonesia Power.
Kelor atau dalam bahasa ilmiah disebut moringa oleifera merupakan salah satu jenis tumbuhan daerah tropis dan subtropis di Asia yang memiliki manfaat yang sangat berlimpah.
Sebanyak 100 gram daun kelor kering terdapat protein dua kali lebih tinggi dari yoghurt, vitamin A tujuh kali lebih tinggi dari wortel, kalium tiga kali lebih tinggi dari pisang, kalsium empat kali lebih tinggi dari susu, dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk (BKKBN). Artinya, kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi sebagai bahan pangan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat.
Berbagai olahan berbahan dasar kelor pun dapat dikreasikan. Seperti diolah menjadi bolu kukus daun kelor, botok daun kelor, stik daun kelor, teh daun kelor, puding daun kelor, dan lain sebagainya.
Kelor juga diyakini dapat menurunkan kadar gula merah, mengatasi peradangan, mengontrol tekanan darah, mengontrol kesehatan dan fungsi otak, serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Tanaman ini juga dengan cepat dapat memulihkan kekurangan gizi pada anak-anak tanpa menghabiskan banyak biaya. Maka, daun kelor dapat menjadi alternatif yang dapat digunakan untuk memperbaiki masalah gizi.
Dalam program penyemaian benih kelor, tim KKN-TI IPB Desa Pulosari menggunakan biopot sebagai wadah media penyemaiannya. Penggunaan biopot mampu mengurangi penggunaan polybag yang tidak ramah lingkungan karena sampah anorganik yang sulit terurai oleh bakteri. Menurut penelitian, pertumbuhan bibit dengan menggunakan biopot memiliki pertumbuhan lebih baik daripada menggunakan polybag.
Maka, dalam kegiatan KKN ini, tim KKN-TI IPB Desa Pulosari dipercayakan oleh pemerintah desa melalui BPP Kalapanunggal untuk menyemai tanaman kelor di Desa Pulosari. PT. Indonesia power juga ikut andil dalam program ini yaitu dengan menyediakan biopot untuk penyemaian kelor di Desa Pulosari.
“Ini merupakan kegiatan pertama kalinya, kami bersama tim KKN-TI IPB dan juga PT. Indonesia Power menyemai benih kelor. Dan harapannya dari ibu-ibu kader dan PKK mampu menyalurkan hasil dari kegiatan ini kepada masyarakat desa sehingga dapat menurunkan stunting di Desa Pulosari,” kata Ketua BPP Kalapanunggal, Enda.
Dalam program ini, perwakilan dari PT. Indonesia Power Jalin Atma mengatakan, mendukung dan mengapresiasi program tim KKN-TI IPB Desa Pulosari.
“Kebetulan kami secara tidak sengaja bertemu dengan tim mahasiswa KKN-TI IPB yang sedang merencanakan program kerja penyemaian benih kelor. Jadi kami inisiatif untuk membantu tim KKN-TI IPB dalam menyediakan biopot sebagai wadah media tanam agar lebih ramah lingkungan dan tidak menggunakan polybag sebagai wadahnya,” kata dia. (izo)




