Petani dan Pemdes Bojongsawah Sukabumi Perbaiki Irigasi Jebol, Antisipasi Gagal Panen

Irigasi Desa Bojongsawah
Warga dan Pemdes Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, saat bahu membahu memperbaiki irgasi jebol.

SUKABUMI – Dalam mengantisipasi ancaman gagal panen, petani Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, menggelar gotong royong melakukan perbaikan saluran irigasi yang jebol akibat becana alam pada Senin (15/08).

Kepala Desa Bojongsawah, M Faisal kepada Radar Sukabumi mengatakan, puluhan warga yang berprofesi sebagai petani di Desa Bojongsawah ini, sengaja memperbaiki saluran irigasi Leuwi Sula dan irigasi Cukang Kawung. Lantaran, kondisinya rusak parah setelah diterjang banjir bandang pada beberapa waku lalu.

Bacaan Lainnya

“Petani sengaja memperbaiki dua saluran irigasi itu. Karena, keberadaan irigasi tersebut sangat vital dibutuhkan para petani untuk mengairi lahan pertaninya dengan luas sekitar 100 hektare,” kata M. Faisal kepada Radar Sukabumi pada Senin (15/08).

Sebab itu, untuk mengantisipasi ancaman gagal panen, akhirnya pemerintah Desa Bojongsawah berinisiatif melakukan gotong royong bersama para petani untuk memperbaiki dua saluran irigasi yang jebol tersebut dengan peralatan seadannya. “Kami perbaiki untuk sementara waktu, dua saluran irigasi itu dengan menggunakan kawat beronjong yang diisi bebatuan,” paparnya.

Ketika disinggung mengenai anggaran untuk perbaikan sementara dua saluran irigasi jebol itu. Dirinya menjawab, bahwa anggarannya selain bersumber dari swadaya masyatakat dan pemerintah Desa Bojongsawah, juga ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

“Iya, kalau dari BPBD itu bantuannya hanya beronjong kawat dan batu saja. Namun anggaran besarnya hasil swadaya masyarakat disini,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sabanda Sariksa, Desa Bojongsawah, Endusmuradin kepada Radar Sukabumi mengatakan, hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan lima bendungan di sepanjang Sungai Cimuncang, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, ambruk akibat banjir bandang pada beberapa waktu lalu.

“Bendung-bendung yang jebol tersebut diantaranya bendung Cimuncang, Lewi Oken, Cukang Kaung, Alun dan Bendung Bojongsawah,” kata Endusmuradin.

Dari semua bendung yang rusak ini, sambung Endusmuradin, paling besar mengairi lahan pertanian di wilayah Desa Bojongsawah adalah Bendung Cukang Kaung.

“Iya, bendungan itu bisa mengairi luas lahan pertanian sekitar 75 hektar yang terletak di Kampung Lemburhuma RW 12. Makanya, pada kerja bakti hari ini para petani sepakat memperbaiki untuk sementara waktu di bendungan itu,” pungkasnya. (Den)

Irigasi-Desa-Bojongsawah

Pos terkait