Masih ditempat yang sama, Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi mengatakan, bahwa masjid yang dibangun oleh Babah Nafi dari Negara Arab Saudi ini, pertama kalinya didirikan oleh warga atas nama Emon (alm) di atas tanah miliknya pada masa perang kemerdekaan tahun 1943, berupa tajug dengan penduduk kurang lebih 4 Kepala Keluarga (KK). “Jadi, waktu dulu itu, yang biasa berjamaah di masjid ini, adalah Bapak Emon, Aki Oging, Aki Naim, dan Abah Tara,” kata Ence.
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya penduduk, tajug berubah menjadi mushola karena sudah tidak muat untuk berjamaah. Kemudian berubah menjadi masjid dengan nama Al-Ikhlas dan kemudian berganti nama menjadi At-Taqwa.
Sebelum menjadi masjid jami, ada beberapa warga yang mewakafkan tanahnya guna perluasan dengan swadaya masyarakat.Saat ini, dengan adanya donatur, masjid diperbesar lagi pada 21 Mei 2024 lalu dan selesai pada 15 Mei 2025, kemudian berubah nama menjadi Al-Hujaili.
“Untuk itu, kami mewakili warga dan pemerintahan Desa Padabeunghar, mengucapkan banyak terimakasih kepada Baba Nafi yang sudah memberikan uang donasinya untuk pembangunan masjid ini, dan tidak lupa juga terimakasih kepada Pak Bupati yang sudah menyempatkan waktunya untuk meresmikan masjid ini,” pungkasnya. (den/d)






