Webinar Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Bupati: Tiga Kunci Transformasi Digital, SDM, Teknologi dan Regulasi

Bupati Sukabumi Marwan Hamami
Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat memberikan sambutan dalam webinar pendidikan dalam rangka literasi digital secara daring, Selasa (10/5).

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melaksanakan webinar pendidikan yang diikuti ribuan guru secara daring, Selasa (10/5).

Webinar dengan topik membentuk SDM guru daerah yang unggul dalam bermedia digital, numerisasi, dan berkarakter serta berdaya saing global terselenggara atas sinergi program literasi digital nasional Indonesia Makin Cakap Digital oleh Kemenkominfo RI, Sahabatguru, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Yayasan Adiluhung Nusantara, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberikan sambutan. Dia mengatakan, literasi digital menuju masyarakat cakap digital menjadi hal yang wajib dilakukan. Apalagi, tuntutan diruang digital semakin besar dan telah menyentuh semua kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan.

“Kualitas SDM harus memiliki pondasi yang kuat. Oleh karena itu, peran guru sangatlah penting dalam membentuk hal tesebut.

Guru diyakini mampu mengantarkan peserta didiknya melek digital tentu saja dengan mengedepankan aspek etika dan keamanan digital,” ujarnya saat memberikan sambutan secara daring dari Pendopo Sukabumi.

Menurut Marwan, literasi digital tidak hanya menuntut penguasaan teknologi semata. Namun, transformasi digital bertumpu pada tiga kunci utama yakni SDM, teknologi, dan regulasi.

“Dari semua itu, SDM merupakan kuncinya. Guru selaku SDM, memiliki posisi strategis dalam meliterasi dan dituntut cakap bermedia digital. Apalagi, selama pandemi belum berakhir, pembelajaran daring merupakan metoda yang paling tepat, ucapnya.

Maka dari itu, sinergi dengan platform sahabat guru akan memberikan kontribusi besar dalam membentuk guru yang unggul, cakap bermedia digital, numerasi, dan penguatan pendidikan karakter.

“Guru diyakini mampu menciptakan sebuah strategi literasi lintas kurikulum. Tentu saja yang sesuai dengan situasi dan kondisi sumber daya yang dimiliki sekolah,” ungkapnya.

Wasekjen APKASI Benny Dwifa Yuswir mengatakan, literasi digital menjadi hal yang wajib bagi guru. Apalagi, guru harus mampu beradaptasi. “Guru perlu melek dan cakap digital. Apalagi, tantangan guru harus mampu mencetak lulusan yang kompeten,” terangnya.

Memkominfo RI Johny G Plate menambahkan, kementerian yang dipimpinnya terus menggerakan program literasi digital nasional.

Sehingga, Kominfo memfasilitasi literasi digital bagi para guru demi mewujudkan masyarakat yang cakap digital.

“Peran guru di era digital menuntut keahlian dalam menyampaikan solusi yang tepat. karenanya, guru harus memiliki kecakapan digital yang mumpuni,” pungkasnya. (izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.