Disdik Kabupaten Sukabumi Lestarikan Budaya Pencak Silat

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi
Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Mohammad Solihin saat menghadiri kegiatan bimtek dan workshop peningkatan kompetensi guru PJOK dalam bidang pencak silat

SUKABUMI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi menggelar bimbingan teknis (bimtek) dan workshop peningkatan kompetensi terhadap guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bidang pencak silat jenjang sekolah dasar (SD).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri ini, diselenggarakan di Hotel Sukabumi Indah, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi selama dua hari, terhitung sejak 10 sampai 11 Desember 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bacaan Lainnya

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi Mohammad Solihin kepada Radar Sukabumi mengatakan, sedianya 100 peserta mengikuti bimtek tersebut. Ratusan peserta ini, merupakan guru mata pelajaran PJOK tingkat Sekolah Dasar dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk penguatan kompetensi guru PJOK dan menambah wawasan dan pengetahuan para guru dalam pelaksanaan KBM peserta didik,” kata Mohammad Solihin kepada Radar Sukabumi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Mohammad Solihin
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Mohammad Solihin

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan penguatan kompetensi dalam materi pembelajaran pencak silat dan menambah wawasan serta panduan bagi guru PJOK dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar peserta didiknya dalam materi pembelajaran pencak silat.

“Sebab itu, kegiatan ini sangat penting dilakukan dalam peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan untuk memenuhi standar peningkatan kompetensinya,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pencak silat merupakan salah satu warisan budaya lokal yang mengangkat nilai-nilai luhur dan dapat membangun karakter bangsa Indonesia.

Nilai-nilai luhur pencak silat meliputi, budaya Indonesia sebagai asal dan coraknya falsafah budi pekerti luhur sebagai jiwa sumber motivasi penggunaannya. Selain itu, juga dapat menjadi pembinaan mental spiritual, budi pekerti, bela diri, seni dan olahraga.

“Pencak silat adalah sebuah seni bela diri asli Indonesia yang memperkuat karakter, mental dan menjunjung keyakinan. Bahwa segala kekuatan, segala kepintaran, segala kehebatan kalah dengan kesabaran, kalah dengan keikhlasan,” ujarnya.

Selain itu, nilai-nilai yang melekat dengan pencak silat seperti sikap ksatria, tidak sok jagoan, adigang adigung, sepi ing pamrih, dan suka menolong orang lain.

Tentunya sangat relevan dengan pendidikan karakter yang harus diberikan kepada peserta didik agar peserta didik dapat maksimal dalam membangun karakter secara pribadi.

“Untuk itu, perlu kiranya pencak silat ini diperkenalkan, dibudayakan dan dimplementasikan di satuan pendidikan, yang tentunya para guru harus ditingkatkan kompetensi khususnya tentang pencak silat,” tandasnya.

Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri
Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Mohammad Solihin saat menghadiri kegiatan bimtek

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri menjelaskan, pencak silat merupakan warisan budaya leluhur. Sehingga harus dilestarikan dan disosialisasikan melalui anak didik.

“Saya mengapresiasi terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang telah menyupport kegiatan ini. Sehingga pencak silat bisa diperkenalkan kepada anak didik,” katanya.

Untuk itu, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi ini, berkeinginan agar budaya bangsa ini terus eksis. Oleh karena itu, guru PJOK harus mentransformasikan pencak silat ini kepada anak didiknya.

“Hasil dari bimtek ini, bisa diimplementasikan kepada masyarakat, khususnya kepada anak didik. Sehingga, pencak silat bisa menggeliat dan terlihat di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait