Pohaga Distan Kabupaten Sukabumi Raih Penghargaan Inovator tingkat Jawa Barat

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana, di Gedung Sate Bandung, Selasa (7/12/21).

SUKABUMI – Pojok Hijau Kampung Tohaga (Pohaga) hasil karya koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Wilayah VI Jampangkulon, Ucu Rohilah, diganjar Top 45 Inovasi. Penghargaan diterima Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana, di Gedung Sate Bandung, Selasa (7/12/21).

Dunia pertanian Kabupaten Sukabumi mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Inovator tingkat Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mengapresiasi inovasi karya Ucu Rohilah tersebut. Ia menyebut, sebuah inovasi akan sangat membantu dan dibutuhkan masyarakat, terlebih di tengah kondisi saat ini.

“Melalui inovasi yang tepat, kemudahan, kemurahan, dan kecepatan, akan sangat bermanfaat sehingga lebih efisien dan efektif,” tegasnya.

“Apresiasi tinggi dari saya untuk Koordinator BPP wilayah VI Jampangkulon yang telah berinovasi membuat Pohaga. Jadikan ini sebagai pemacu semangat untuk terus berinovasi,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana menyampaikan, “Inovasi tohaga ini intinya tidak membiarkan sejengkal pun tanah di pekarangan dibiarkan tanpa tanaman. Terima kasih pak bupati atas dukungannya. Dan untuk Bu Ucu, terus semangat berinovasi.”

Dihubungi terpisah, Koordinator BPP Wilayah VI Jampangkulon, Ucu Rohilah mengatakan, Pohaga merupakan inovasi yang menerapkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga untuk menanam berbagai macam tanaman, mulai dari tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat. Sehingga masyarakat bisa bergantung pada hasilnya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

“Sebelum penerapan Pohaga, saat musim kemarau di wilayah Jampangkulon sangat sulit untuk bercocok tanam. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah tidak seperti itu. Warga bercocok tanam tidak harus di lahan luas, cukup di pekarangan rumah mereka masing-masing,” ucap Ucu Rohilah.

Selain dapat memenuhi kebutuhan hidup, Pohaga juga menjadikan pekarangan rumah warga menjadi lebih asri, hijau, dan bermanfaat banyak, ujarnya.

“Program ini telah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Hidroponik Kita dalam program Kampung Peduli Inflasi. Masyarakat akan lebih hemat karena kebutuhan pangan, sayuran, buah, hingga obat-obatan bisa dipetik di pekarangan sendiri.

Adapun sasaran Pohaga, Lanjut Ucu, yakni kelompok wanita tani (KWT) yang ada di wilayah Pajampangan. Kemudian metode yang diterapkan yaitu penyuluhan anjangsana dan pendekatan melalui hati.

“Saya dan penyuluh melakukan penyuluhan langsung datang ke rumah warga. Penyuluhan-nya dilakukan secara langsung face to face sehingga lebih kena dan warga lebih cepat mengerti,” bebernya. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.