Pakcoy Gagal Panen Gara-gara Hama Ulat

  • Whatsapp
Petani Pakcoy Sukabumii
Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandani saat meninjau para petani yang tengah panen raya pakcoy di wilayah Bale Sawala, Desa/Kecamatan Kebonpedes.

SUKABUMI – Cuaca yang sedang kurang bersahabat di Kabupaten Sukabumi menimbulkan permasalahan bagi petani sayuran di Kabupaten Sukabumi .

Satu diantaranya adalah maraknya serangan hama atau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman pakcoy yang berada di wilayah Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandani kepada Radar Sukabumi mengatakan, pemerintah Desa Kebonpedes telah menghimbau kepada seluruh petani agar meningkatkan kewaspadaannya.

Hal ini mengingat musim hujan saat ini seringkali menyebabkan terjadinya serangan penyakit pada tanaman sayuran.

“Tanaman pakcoy ini, memang rentan terserang hama ulat. Hama itu, kerap menyerang batang-batang tanaman pakcoy. Sehingga pertumbuhannya kurang baik dan banyak yang bolongbolong baik dibagian dahan maupun daun tanaman pakcoynya,” kata Dadan kepada Radar Sukabumi pada Selasa (20/07).

Menurut Dadan, hama ulat yang menyerang tanaman pakcoy kerap menyerang pada bagian daun terutama pada bagian pucuk. Ulat yang berwarna hijau muda sering memakan bagian daun berlubang.

Apabila penyerangan ulat sudah sampai ke tunas, maka pertumbuhan daun akan berhenti sehingga dapat menyebabkan penurunan kuantitas hasil panen ataupun menyebabkan kerugian karena tanaman mati semua.

“Iya, jika tidak segera ditindak lanjuti atau diantisipasi, maka dapat berpotensi gagal panen. Karena, tanaman pakcoy itu mati akibat diserang hama ulat,” bebernya.

Untuk mengantisipasi ancaman gagal panen akibat serangan hama ulat ini, pemerintah Desa Kebonpedes telah melakukan koordinasi dan kominikasi secara intensif dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kebonpedes.

“Apabila ada gejala yang mencurigakan terhadap tanaman, diharapkan para petani segera berkonsultasi atau melapor. Petugas di lapangan senantiasa siap untuk membantu para petani. Jangan sampai serangan itu sudah parah baru melapor,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang petani sayuran jenis Pakcoy, Aep Saupudin (55) asal warga Kampung Babakan Ranji, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihakya membenarkan bahwa musim hujan saat ini dapat menjadi pemicu maraknya serangan hama yang menyerang pada tanaman petani.

Khususnya pada tanaman sayuran jenis pakcoy. “Iya, kalau hama yang paling menonjol dimusim hujan adalah hama ulat,” jelasnya.

Untuk mengendalikan serangan hama ulat tersebut, Aep, para petani di wilayah Kecamatan Kebonpedes sering memberikan obat fungsida dan penguatan nutrisi tanaman. Hal ini, sengaja dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya agar tanaman sayuran tetap sehat.

“Iya, karena dengan pemberian nutrisi tanaman, selain mempercepat pertumbuhan tanaman juga akan terjadi penebalan daun. Sehingga tanaman tersebut tidak mudah terserang hama ulat maupun OPT,” pungkasnya. (Den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *