“Untuk capaian kinerja produksi perikanan bidang tangkap, bidang budidaya dan bidang pengolahan hasil perikanan Alhamdulillah diawal tahun 2023 bersama sama produksi perikanan semakin naik,” sambungnya.
Lanjut Nunung dalam program bidang perikanan tangkap, pihaknya telah melakukan pengelolaan penangkapan Ikan di wilayah sungai, danau, waduk, rawa, dan genangan air lainnya yang dapat diusahakan dalam satu daerah kabupaten dan kota, meningkatkan pemberdayaan nelayan kecil, pengelolaan dan penyelenggaraan tempat Pelelangan Ikan, Pendaftaran kapal Perikanan berukuran sampai dengan 10 GT yang beroperasi.
“Kami juga melakukan pendampingan asuransi nelayan melalui BPJS ketenaga kerjaan, tahun 2022 sebanyak 2.164 orang, ditahun 2023 sampai dengan bulan Mei sudah mencapai 318 orang,” jelasnya.
“Kami juga melakukan fasilitasi sarana dan prasarana penangkapan ikan nelayan perairan laut dan darat, dengan bantuan digitalisasi alat penangkapan ikan GPS dan Fish Finder,” ucapnya.
Nunung menegaskan, diskan juga memberikan pelayanan rekomendasi BBM satu jam selesai, dengan surat rekomendasi yang berfungsi sebagai izin, agar jika nelayan telah memiliki rekomendasi BBM tersebut akan memiliki hak untuk mendapatkan bersubsidi sehingga rekomendasi itu mutlak diperlukan bagi nelayan.
“Tujuan pelayanan rekomendasi 1 jam jadi bertujuan agar penyaluran BBM tepat sasaran. Kami telah mengeluarkan surat rekomendasi BBM selama tahun 2022 sebanyak 14.067 surat,” terangnya.
Masih kata Nunung, bahkan dalam program pengelolaan dan penyelenggaraan tempat pelelangan ikan mulai di Cisolok, Palabuhanratu, Cibangban, Minajaya, Ujung Genteng dan Ciwaru mampu meningkatkan capaian PAD bagi pemerintah daerah, dimana tahun 2022 lalu tercapai sebesar 172,7 juta dari target sebesar 150 juta atau 117,17%.
“Alhamdulillah sejauh ini dari deratan program yang telah dan tengah di jalankan, terjadi porsentase peningkatan produksi perikanan tangkap kurang lebih 2 persen per tahun,” bebernya. (Ndi)






