Bupati Sukabumi : Keberadaan Ibu-ibu Pengajian Bantu Pengentasan Stunting

  • Whatsapp
Bupati Sukabumi
MENJELASKAN : Bupati Sukabumi saat membuka orientasi pemberdayaan masyarakat dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Kadudampit Sabtu (18/09/2021).

SUKABUMI — Salah satu upaya pengentasan stunting di wilayah Kabupaten Sukabumi, pemkab Sukabumi menggandeng Ibu-ibu pengajian. Hal itu diketahui saat Bupati Sukabumi membuka orientasi pemberdayaan masyarakat dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Kadudampit Sabtu (18/09/2021). Pembukaan ditandai dengan pengalungan tanda peserta oleh Bupati.

Diketahui, Kegiatan yang diinisiasi Al Hidayah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI ini, melibatkan ibu-ibu pengajian yang tersebar di 10 kecamatan yang dilakukan secara daring.

Bacaan Lainnya

“Saya ucapkan terimakasih kepada Al Hidayah dan Kementerian Kesehatan RI yang membantu Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam penanganan stunting. Apalagi, penanganan stunting menjadi perhatian di Kabupaten Sukabumi, “jelasnya

“Semua anak bangsa harus sehat. Mereka menjadi penerus estafet kepemimpinan. Makanya gizinya harus terpenuhi. Itu juga menjadi konsen kami dalam penanganan stunting,” ujarnya.

Bahkan, lebih lanjut Bupati Dua priode ini mengatakan, Pemkab Sukabumi bekerjasama dengan Dinas Pertanian mengembangkan beras untuk stunting. Beras itu dikhususkan untuk yang terkena stunting.

“Kita ada demplot sekitar 200 hektare yang dikembangkan terkait beras stunting ini,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pemkab Sukabumi pun ada program dokter masuk kampung. Hal ini dilakukan untuk mengobati masyarakat secara lebih dekat. “Ini pun untuk sosialisasi supaya masyarakat lebih sehat,” ungkapnya.

Proses sosialisasi ke masyarakat, menurut Marwan bisa lebih terbantu oleh ibu-ibu pengajian. Apalagi, ibu-ibu pengajian ini telah mengikuti orientasi.

“Keberadaan ibu-ibu bisa membantu percepatan penurunan stunting. Salah satu ikhtiarnya lewat sosialisasi ini,” terangnya.

Bupati berharap ilmu yang bermanfaat dari orientasi ini harus dijadikan pegangan. Bahkan menjadi bekal untuk sosialisasi ke masyarakat.

“Jadikan ilmu dari sini sebagai bekal untuk sosialisasi. Kehadiran ibu-ibu Al Hidayah ini harus bermanfaat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Al Hidayah Sukabumi Yani Jatnika Marwan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak 18-19 September 2021.

“Kegiatan ini dilaksanakan atas keinginan pimpinan pusat (Pengajian Al Hidayah) agar semua komponen di bawah melaksanakan percepatan penanganan stunting,” bebernya.

Apalagi, semua pihak berharap stunting segera tereliminasi. Termasuk di Kabupaten Sukabumi.
“Kita semua berkeinginan stunting segera hilang. Di sini, Al Hidayah membantu untuk mengajak masyarakat memperhatikan asupan gizi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *