“Kita sudah berupaya mengusulkan bantuan sosial ini. Namun yang mendapatkan bantuannya tidak sesuai atau tidak semua KPM mendapatkan bantuan. Kita tidak bisa berbuat banyak. Karena, kewenangannya dari pemerintah pusat. Nah, kita pemerintah desa hanya bisa mengusulkan saja dan berperan sebagai fasilitator saja. Bahkan yang membagikan bantuan itu langsung dilakukan oleh Kantor Pos,” tandasnya.
Pihaknya menambahkan, pemerintah Desa Pasirhalang sudah berupaya maksimal agar pendistribusian BLT BBM dan BPNT tersebut tidak berlangsung ricuh. Bahkan, pemerintah Desa Pasirhalang pada jauh-jauh hari sudah mengatur waktu penjadwalan pendistribusian bantuan sosial tersbut. Seperti halnya, di wilayah Desa Pasirhalang terdapat empat kedusunan. Yakni, Kedusunan Cisero, Tugu, Sukaraja dan Kedusunan Cibeureum. Namun, demikian meski semua KPM yang berada di empat kedusunan itu, sudah diatur waktu penjadwalan pendistribusiannya. Tetapi, pada kenyataannya mereka tetap saling dorong sewaktu pengambilan bantuan tersebut.
“Kita sudah berusaha mengatur setiap kegiatan ini. Iya, di dalam perencanaan awal, biasa yang saya lakukan itu penjadwalan waktu. Pertama pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB terus lanjut dan segala macam. Tetapi, kenyataanya mereka malah nyaris serentak datang semua ke kantor desa,” pungaksnya. (den/d)




