Pembagian BLT BBM di Desa Pasihalang Ricuh, Ini Penyebannya

Puluhan ibu-ibu yang merupakan keluarga penerima manfaat dari Bansos BLT BBM
RICUH : Puluhan ibu-ibu yang merupakan keluarga penerima manfaat dari Bansos BLT BBM dan BPNT saat saling dorong dan saling sikut di pintu masuk aula Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja.

SUKABUMI – Pembagian Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakan Minyak (BLT BBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di aula Desa Pasirhalang, tepatnya di ruas Jalan Raya Gentong, Nomor 28, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja berlangsung ricuh.

Berdasarkan pengamatan Radar Sukabumi, video pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos) yang bersumber dari Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) ini, tampak terlihat ratusan ibu-ibu telah menggeruduk kantor desa pada Selasa (12/09). Mereka terlibat aksi saling dorong dan memaksa untuk masuk ke dalam aula kantor desa untuk pembagian bansos tersebut di aula Desa Pasirhalang.

Meski pemerintah desa bersama anggota Linmas Desa Pasihalang berusaha menjaga pintu aula desa. Namun, upaya tersebut tidak bisa membendung antusias masyarakat yang melakukan saling dorong untuk segera mendapatkan bantuan tunai itu. Video aksi saling dorong pun, viral dimedia sosial setelah salah seorang warga yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bansos tersebut mengunggahnya di media sosial Facebook.

Kepala Desa Pasirhalang, Yusuf Poernama mengatakan, pihaknya membenarkan soal adanya kericuhan aksi saling dorong para kalangan ibu-ibu yang hendak mengambil bantuan sosial dari BLT BBM dan BPNT di aula Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja.

“Iya, memang benar kemarin saat pendistribusian BLT BBM dan BPNT lumayan ricuh. Per satu KPM-nya, mereka mendapatkan bantuan BLT BBM dan BPNT itu sebesar Rp500 ribu. Memang susah membendungnya, kalau berbicara dengan masyarakat,” kata Yusuf kepada Radar Sukabumi pada Rabu (14/09).

Pada Sepetmber 2022 ini, sambung Yusuf, terdapat 721 warga Desa Pasirhalang yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang harus mendapatkan bantuan sosial dari Kemensos RI melalui BLT BBM dan BPNT itu. Namun, ratusan jumlah KPM tersebut jauh dari yang diusulkan oleh pemrintah Desa Pasirhalang. Namun yang menerima bantuan sosial tersebut, tidak semuanya mendapatkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.