Selain itu, kata Nandang lagi sejumlah warung dan kafe juga telah dibangun dengan konsep bangunan leuit yang menawarkan berbagai pilihan kuliner lokal yang lezat dan memanjakan lidah para pengunjung. Tidak hanya itu, pantai ini juga menjadi lokasi favorit untuk berbagai aktivitas air seperti mandi atau berenang, mancing bagi yang hobi.
“Pokoknya sekitar pantai menawarkan pemandangan yang tidak kalah menakjubkan, ada titik terbaik untuk menikmati matahari terbenam yang romantis dan memukau itu sore hari,” jelasnya.
Bagi para pengunjung ataupun wisatawab yang datang ke pantai Batu Bintang, Nandang memastikan tidak akan merasa kecewa pasalnya harga harga makanan dan jajanan lainnya masih normal, bahkan untuk harga satu gelas kopi hitam masih 4ribu hingga 5ribu, dan tidak diterapkan biaya parkir.
“Kami hanya menerapkan biaya masuk kendaraan, roda dua 5ribu dan roda empat 10ribu, tidak dihitung per orang, jadi misal di kendaraan bak terbuka ada 10 sampai 20 orang harga masuk tetap 10ribu,” terangnya.
“Di pantai ini, setiap libur pasti selalu dipantai tim gabungan dari Satpol Airud, Basarnas, Balawista, rekan rekan dari pemdes, mereka menghimbau kepada wisatawan dan pedagang, memastikan harga sesuai, tidak getok harga,” ucapnya.
Salah seorang pengunjung, Rizki (34), mengungkapkan kekagumannya setelah mengunjungi pantai Batu Bintang, dimana menurutnya loaksi wisatanya benar-benar luar biasa.
“Saya dan keluarga sangat menikmati suasana dan keindahannya. Fasilitas yang ada juga sangat membantu kami merasa nyaman selama berlibur di sini,” singkatnya. (Ndi)






