Nelayan Sukabumi Nelangsa, Bantuan Khusus Tak Ada

  • Whatsapp
TPI Dermaga Palabuhanratu
Seorang pedagang di TPI Dermaga Palabuhanratu, saat melayani pembeli, Dok Radarsukabumi

SUKABUMI – Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi David Ibrahim menyampaikan, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 2021, hingga aturan itu di perpanjang sampai 25 Juli mendatang berpengaruh pada jual beli ikan.

Menurut David, kegiatan jual beli ikan di masa PPKM di TPI Palabuhanratu saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis, bahkan menukik drastis hingga 70 persen.

Bacaan Lainnya

Pasalnya sudah jarang pengujung yang datang.

“Ya, PPKM sangat berpengaruh sekali pedagang banyak yang mengeluh karena daya beli masyarakat juga semakin menurun dan cenderung pengunjung berkurang.

Stok ikan juga akhirnya kebanyakan harus disimpan di pembekuan dan penjualan tetap dilakukan sampai kondisi normal,” ujar David kepada Radar Sukabumi.

Kondisi seperti ini, sambung David diperparah dengan iklim cuaca yang tidak stabil, sehingga hasil tangkapan ikan juga mengalami penurunan dan dampaknya harga ikanpun terpengaruh serta cenderung menurun.

“Akibat iklim dan cuaca yang masih belum mendukung, hasil tangkapan pun menurun termasuk harga. Hasil tangkapan ikan saat ini jenis ikan petek dan salur 8-10 ton hasil payang,” jelasnya.

Di sisi lain, David menegaskan telah memberlakukan pembatasan bagi pengunjung, sebagaimana yang telah diintruksikan pemerintah. Termasuk agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.

“Situasi seperti sekarang ini jangankan membatasi pengunjung, yang belanja ikan juga sudah jarang datang. Baik pembeli lokal maupun dari luar Sukabumi.

Disinggung soal bantuan untuk para nelayan dan pedagang di TPI Palabuhanratu, menurut David, tidak ada bantuan secara khusus bagi nelayan. Tetapi bisa saja nelayan tersebut sudah mendapatkan misal PKH atau lain sebagainya.

“Mudah-mudahan pandemi COVID-19 ini segera berakhir sehingga perekonomian, khususnya aktivitas usaha perikanan di Kabupaten Sukabumi kembali normal. Kasihan banyak pedagang yang menjerit dengan kondisi sekarangini,” tandasnya. (cr1/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *