Nataru di Sukabumi, Setor Puluhan Ton Sampah

Sampah Kabupaten Sukabumi
Tumpukan sampah di depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Citepus Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI – Volume sampah di Kabupaten Sukabumi meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini tampak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cimenteng dan Kademangan, Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Tana Indra Permana mengatakan, volume sampah pasca Nataru di dua TPA mengalami peningkatan 10-20 persen.

Bacaan Lainnya

“Ya, sampah yang masuk ke TPA Cimenteng naik 20 persen, sedangkan sampah yang masuk ke TPA Kedaleman naik sekitar 10 persen. Kenaikan volume sampah it terjadi pasca libur Nataru,” ujar Tana kepada Radar Sukabumi, Selasa (04/02).

Ia menegaskan, setiap hari pihaknya terus memantau perkembangan TPA. Bahkan ada petugas khusus di sana untuk mengecek berapa jumlah sampah yang masuk ke TPS Cimenteng maupun TPA Kedaleman.

“Biasanya setiap hari volume sampah yang masuk ke TPA Cimenteng bisa mencapai 230 ton per hari, sedangkan ke Kedaleman sekitar 20 ton per hari. Sedangkan pasca Nataru meningkat 10-20 persen,” ucap Tana.

Dengan demikian, peningkatan volume sampah saat Nataru ditaksir sekira 27 ton per hari. Dijelaskan Tana, luasan lahan TPA Cimenteng 7,5 hektare dan yang sudah digunakan sekitar 70 persen, sedangkan TPA Kedalaman 2,9 hektare, sedangkan yang sudah digunakan atau terpakai sekitar 7,5 persen.

“Insyaallah, lahan dua TPA yang ada masih aman untuk 5 tahun kedepan. Namun kami juga telah mengantisipasi jika dua TPA penuh dengan membangun TPA di wilayah Cikidang yang yang akan dibangun di atas lahan seluas 32 hektare,” ungkap Tana.

Menurut Tana, sampah didominasi sampah organik terutama bekas kelapa kelapa muda), yang menumpuk dan yang lainnya sampah sisa makanan. Di sisi lain, langkah antisipasi meningkatnya volume sampah akibat kunjungan wisata, pekerja pengangkut sampah dipekerjakan lembur.

“Hal tersebut dilakukan agar tumpukan sampah dapat diangkut dan tidak menumpuk di sejumlah titik. Terutama di kawasan objek wisata Kabupaten Sukabumi. Kami juga mengajak agar masyarakat dapat bahu membahu dalam menuntaskan permasalah sampah selama ini, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkas Tana. (ris/upi/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.