Ade menambahkan, ada indikasi monyet tersebut kalah bersaing atau dikucilkan dari kelompoknya sehingga mengembara sendirian mencari makan. Berdasarkan perilakunya, satwa ini dipastikan berasal dari alam liar, diduga kuat dari kawasan Gunung Gede.
“Kemungkinan terdepak dari kelompoknya. Karena lapar dan mencium aroma makanan dari perkampungan, dia cenderung mendekati sumber makanan itu,” jelasnya.
Saat ini, primata tersebut telah berhasil dievakuasi dan diamankan di Posko VI Sukaraja untuk pemulihan kondisi. Pihak Damkar berencana melepasliarkan kembali satwa terlindungi itu ke habitat aslinya dalam waktu dekat.
“Kondisinya masih kami amankan untuk pemulihan. Rencananya dalam satu hingga tiga hari ke depan akan kita lepasliarkan kembali di kawasan pegunungan arah Gunung Gede, Selabintana,” pungkas Ade. (den/d)





