Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Gelar Apel Siaga Bencana, Cek Kesiapan Personel dan Alat

Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Gelar Apel Siaga Bencana
Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Gelar Apel Siaga Bencana

PALABUHANRATU – Memasuki musim penghujan, berbagai upaya terus dilakukan jajaran intansi pemerintah daerah kabupaten Sukabumi dalam menjaga kesiapsiagaan mengahadapi bencana alam.

Salah satunya, upaya dilakukan jajaran kodim 0622 kabupaten Sukabumi dengan menggelar apel siaga secara serentak di seluruh jajaran Kodam III Siliwangi dengan disiarkan secara langsung bersama Plt Gubernur Jabar Bey Machmudin di lapangan Sudirman jalan Cikeong, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu.

Bacaan Lainnya

Dengan dipimpin Komandan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Anjar Ari Wibowo dengan dihadiri perwakilan gabungan dari instansi kewilayahan selain unsur TNI juga Polres Sukabumi, DPRD, Kejari, Basarnas, Tagana dan Dinas serta unsur terkait lainnya.

Dalam pemaparannya, secara langsung Plt Gubernur Jabar Bey Machmudin menekankan beberapa point diantaranya apel siaga tersebut digelar untuk mengecek personel gabungan diwilayah agar selalu siap menghadapi bencana, terlebih saat ini memasuki musim penghujan.
“Initinya semua jajaran agar selalu siap siaga, dalam menghadapi bencana alam terutama bencana banjir dan longsor,” ujarnya.

“Terlebih hari ini memasuki musim penghujan, dan wilayah Sukabumi secara Geografis masuk zona rawan bencana,” imbuhnya.

Sementara itu Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Anjar Ari Wibowo mengungkapkan apel siaga bencana merupakan forum kegiatan antar lembaga pemerintah dan non pemerintah serta masyarakat untuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
“Terutama bagaimana menguji kemampuan dan ketrampilan dalam memobilitasi sumber daya serta pengoperasian sarana dan prasarana penanggulangan bencana,” ungkapnya.

Sehingga Anjar berharap, apel siaga bencana digelar bukan hanya kegiatan seremonial belaka, tetapi harus menjadi manifestasi kesiapan pemerintah daerah, TNI, Polri maupun berbagai komponen masyarakat dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana.
“Kita semua menyadari, bahwa bencana alam memang tidak dapat ditolak. Tetapi yang lebih penting bagaimana upaya kita semua dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana atau yang biasa disebut dengan mitigasi bencana,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *