Kecamatan Sukabumi Gelar Pelatihan Konvergensi, Ini yang Dibahasnya

  • Whatsapp
MENYIMAK : Ratusan peserta saat mengikuti pelatihan konvergensi stunting revitalisasi posyandu di GOR Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi.

SUKABUMI — Dalam menekan kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak, pemerintah Kecamatan Sukabumi menggelar pelatihan konvergensi stunting revitalisasi posyandu di GOR Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi. Pelatihan yang memiliki tema Dengan Perbaikan Gizi Mencegah dan Memutus Matarantai Stunting di Masa Pandemi Covid-19 ini, diikuti sekitar 138 orang.

Camat Sukabumi, Endang Suherman menjelaskan, ratusan peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, terdiri dari ketua kader dan sekretaris posyandu desa. Ketua TP PKK desa, Ketua Pokja desa, bidan desa serta PLKB desa.

Bacaan Lainnya

“Pelatihan ini, merupakan implementasi dari program Indonesia sehat. Selain itu, kegiatan ini juga dapat terselenggara atas kerjasama antara Pokjanal Posyandu Kecamatan Sukabumi dengan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD),” jelas Endang kepada Radar Sukabumi, Jumat (08/01/2021).

Menurut Endang, pelatihan ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat dalam lingkungan. Sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. “Selain itu, dapat terciptanya perilaku hidup sehat dan terwujud bangsa yang mandiri maju dan sejahtera,” paparnya.

Selain itu, ujar Endang, pelatihan konvergensi stunting revitalisasi posyandu itu, juga untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Sebab itu, seluruh pihak harus mempersiapkan diri untuk mensukseskan program tersebut.
“Sementara, peran kader antara lain mempersiapkan pencegahan stunting, membantu ketahanan pangan keluarga. Seperti dengan membudidayakan gerakan menanam sayur dan buah-buahan di halaman rumah,” tambahnya.

Koordinator Posyandu Kabupaten Sukabumi, Deden Rustandi menjelaskan, stunting merupakan sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang lebih pendek, jika dibandingkan dengan tinggi badan oranglain pada umumnya. “Faktor-faktor risiko stunting antaranya, ibu hamil dan anemia, bayi yang tidak mendapat ASI ekslusif, MP ASI yang tidak tepat, pertumbuhan yang tidak dipantau serta penyediaan air bersih dan sanitasi tidak layak,” katanya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *