Dia mengungkapkan bahwa selain jaringan listrik, dan telekomunikasi, BBM juga sangat dibutuhkan tidak hanya untuk warga tetapi juga untuk menunjang kelancaran tim petugas gabungan dalam menangani dampak bencana banjir bandang, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang tersebar di 33 kecamatan di Sukabumi.
Berdasarkan data rekapitulasi sementara BNPB sampai dengan Senin sore untuk jumlah korban tanah longsor di Sukabumi ada satu orang meninggal dunia, 12 orang menderita atau mengungsi dan menyebabkan kerusakan lima unit rumah.
Sedangkan untuk jumlah korban banjir bandang sementara terdata ada sebanyak 12 orang meninggal dunia, 7.770 orang menderita atau mengungsi dan menyebabkan kerusakan 1.260 unit rumah. Lalu untuk korban pergerakan tanah ada sebanyak 300 orang warga mengungsi dan 30 unit rumah rusak di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.(*)






