SUKABUMI – Suara kritis mahasiswa kembali bergema di Kota Sukabumi. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Putra menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Adipura, Kecamatan Cikole, Rabu (17/6). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang dinilai masih menghadapi tekanan ekonomi dan kesejahteraan.
Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pemerintah agar menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan. Mereka menilai kenaikan harga kebutuhan pokok dan melemahnya daya beli masyarakat membutuhkan perhatian serius serta langkah nyata dari pemerintah.
Koordinator aksi, Fauzan, menegaskan bahwa masyarakat tengah menghadapi tantangan ekonomi yang berat. “Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret,” ujarnya.
BEM Universitas Nusa Putra menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap berpihak pada rakyat sesuai amanat konstitusi. Mereka mengingatkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Melalui pernyataan sikap, BEM meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan yang dinilai memperberat kondisi ekonomi rakyat. Selain itu, mereka mendorong DPR RI dan pemerintah agar setiap proses pembentukan regulasi dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan mengedepankan kepentingan publik.





