Kadin Jabar Dilaporkan Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi
Kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi

SUKABUMI – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) Cucu Sutara memenuhi panggilan kepolisian Polres Sukabumi. Hal itu terkait laporan terhadap dirinya yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik atau penghinaan.

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, Cucu Sutana dilaporkan ke Polres Sukabumi oleh Ketua Kadin Indonesia Kabupaten Sukabumi Tresna Wijaya.

Pengurus Kadin Kabupaten Sukabumi, sekaligus kuasa hukum Cucu, A A Brata Soedirdja, membenarkan kabar pemeriksaan kliennya itu. Ia menyebut Cucu telaj diperiksa selama 3 jam dan mendapatkan 18 pertanyaan dari penyidik Polres Sukabumi.

“Klien kami (Ketua Kadin Jabar, red.) memenuhi panggilan polisi dan saya dampingi. Pertama Pak Cucu tidak kenal dengan pelapor atas nama Pak Tresna Wijaya,” kata Brata kepada wartawan, Selasa (04/01).

Hal kedua, lanjut Brata, memang betul Cucu Sutana pernah memberikan statement seperti yang dilaporkan oleh pihak pelapor. “Itu perihal hanya ada satu Kadin tidak ada dua Kadin yang ada hanya satu Kadin dan itu dibenarkan oleh Pak Cucu,” ucap Brata.

Menurut Brata, kliennya itu tidak membantah kalimat yang kemudian menjadi dasar laporan kepada pihak kepolisian. Sebab, tambah Brata pernyataannya itu berdasarkan hukum yang jelas dan mengacu kepada perundang-undangan yang ada.

“Pernyataan itu sebetulnya mengadaptasi atau mengutip paraturan perundang-undangan pasal 4 UUD RI nomor 1 tahun 1987, tentang Kamar Dagang dan Industri. Dalam pasal itu berbunyi dengan undang undang ini ditetapkan adanya satu kamar dagang dan industri,” tegas Brata.

Brata mengklaim komentar yang dilontarkan kliennya tidak ada yang salah. Sebagai Ketua Kadin Jabar, semua yang dilakukan sudah sesuai aturan sehingga tetap dipertahankan dan tidak dicabut statment itu.

“Yang ada hanya satu Kadin dan tidak ada kadin lain. Pak Cucu mengutip pasal 4 juga mengutip keputusan Mahkamah Konstitusi, juga peraturan lainnya, intinya klien saya tidak mencabut statmentnya yang kemudian di kutip media,” paparnya.

Ia menjelaskan, kliennya tersebut hanya menjawab pertanyaan dari awak media soal adanya perpecahan di tubuh Kadin. Lalu, Cucu menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip dari aturan-aturan yang ada.

“Pak Cucu tidak membantah pernyataannya, dengan mengatakan hanya ada satu kadin dan tidak ada kadin lain, semuanya kan diawali teman wartawan. Pak Cucu menanggapi soal itu sesuai kapasitasnya sebagai Ketua Kadin Jabar,” jelas Brata.

Selain itu, Brata menyebutkan kliennya itu sempat meminta kepada penyidik untuk dapat menghadirkan pelapor untuk dipertemukan. Hal itu agar bisa menjelaskan dan klarifikasi.

“Sayang, pelapor tidak ada. Kalau dihadirkan kan bisa menjelaskan dan klarifikasi supaya pelapor lebih tahu serta memahami perihal statment Pak Cucu tentang istilah satu Kadin dan tidak ada dua Kadin,” papar Brata.

Di tempat terpisah, kuasa hukum dari Tresna Wijaya selaku pelapor, M Rafi Nasution mengatakan, dirinya mempersilahkan kepada Ketua Kadin Jabar untuk menghadapi proses hukum. Lantaran, pihaknya juga ingin seluruh pernyataan yang dikeluarkan bisa diungkap secara jelas di pengadilan.

“Intinya walaupun dia bilang cuma satu (Kadin), karena kami sudah mendapatkan SK dari propinsi dan propinsi mendapat SK dari pusat, kami menganggap kadin itu ada 2. Hak menyatakan kami ilegal atau legal biarkan saja nanti mejelis hakim yang memutuskan,” tegas Rafi.

Menurut Rafi, meski pihak Kadin Jabar bersikeras dengan ucapannya, Ia berharap kasus yang dilaporkannya bisa sampai ke meja persidangan untuk pembuktian soal legalitas dan posisi kadin yang lain.

“Kalau dia bersikeras dengan ucapan dia kita minta keputusan hakim, supaya keputusan hakim itu kami sampaikan ke pengurus Kadin Indonesia Jabar. Kalau nanti keputusan cuma satu ya cuma satu,” ungkap Rafi.

Selain itu, dirinya juga meminta keputusan hukum dari negara, melalui laporan yang sudah dilayangkan dan tidak bisa menjustice ini salah atau benar, karena nantinya ini akan menjadi pencerahan bagi Indonesia.

“Kalau keputusan hakim nanti dengan saksi ahli menteri yang dipanggil, kadin hanya satu berarti kadin kita akan mundur,” pungkas Rafi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila membenarkan ada pelaporan terhadap Kadin Jabar dan telah memenuhi panggilan. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Ya, masih penyelidikan. Nanti kita cek dulu ya, yang pasti memang soal Kadin,” singkat Rizka. (ris/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan