“Jembatan yang di bangun sekitar 10 tahun silam ini kini terancam roboh. Otomatis, ratusan jiwa dari ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Nengerang terus menerus dihantui rasa takut, karena terjadi kecelakaan. Bahkan, pada beberapa waktu lalu, kendaraan roda empat bermuatan batu yang tengah melintas, terperosok hingga AS-nya patah,” paparnya.
Jembatan Linggamanik ini, selalu dipergunakan warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. “Jika musim hujan, karena kondisinya licin, banyak warga yang terperosok,” bebernya.
Sementara itu, seorang guru SMP IT Mutiara, Yana Suryana menjelaskan, saat ini kondisi bangunan jembatan Linggamanik yang melintasi Sungai Cikurutug tersebut kondisinya sudah lapuk. Bila tidak segera dilakukan perbaikan secara permanen dikhawatirkan bangunan jembatan tiba-tiba ambruk sehingga dapat menimbulkan korban jiwa.
“Bangunan jembatan ini nyaris ambruk. Bahkan beberapa hari lalu waktu, saya sempat berbalik arah dengan melewati jalan lain yang jaraknya sangat jauh karena ada mobil terperosok. Kami berharap jembatan ini diperbaiki,” pungkasnya. (cr13/d)





