SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Warga Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi kini bisa bernafas lega. Sebab jalan yang sudah bertahun-tahun kondisinya rusak, kini sudah diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala Desa Kebonmanggu, Rasinta mengatakan, jalan yang diperbaiki oleh pihak rekanan yang anggarannya dari pemerintah Provinsi Jawa Barat itu, telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 600 juta.
“Alhamduluillah Desa Kebonmanggu mendapatkan anggaran dari program Bulan Bhakti Gotong Royong Provinsi Jawa Barat,” kata Rasnita kepada Radar Sukabumi, Jumat (11/12).
Dalam program Bulan Bhakti Gotong Royong ini, sambung Rasnita pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membangun rambat beton sepanjang 1000 meter dengan lebar 3 meter dan ketinggian 15 centimeter.
“Lama pekerjaannya 30 hari kerja. Nah, saat ini pekerjaaanya baru sampai satu pekan dengan pembangunan rambat beton sepanjang 300 meter. Jadi, tinggal 700 meter lagi,” ujarnya.
Pihaknya mengaku bersyukur lantaran pembangunan jalan awal mulanya pemerintah Desa Kebonmanggu, terutama wisata alam Karangpara, akan dijadikan pencangan Bulan Bhakti Gotong Royong pada April 2020. Namun karena Covid-19, akhirnya tertunda dan semua anggaran baik di tingkat Kabupaten Sukabumi maupun Provinsi Jawa Barat, telah terpangkas atau refocussing anggaran untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19.
“Tetapi karena Desa Kebonmanggu sebagai juara pertama lomba Bulan Bhakti Gotong Royong. Akhirnya, Alhamdulillah di akhir tahun ini ada anggaran dari pemerintah Provinsi Jawa Barat dan teralisasi pengecoran jalan desa,” imbuhnya.
Jalan desa yang kini tengah dibangun itu, ujar Rasnita, berada di Kampung Cipeundey – Padaraang menuju arah kawasan objek wisata alam Karangpara. Jalan tersebut, menurutnya sangat vital dan kerap dimanfaatkan oleh warga Desa Kebonmanggu.
“Iya, jalan itu, sebenarnya juga selalu dimanfaatkan oleh warga dari tiga desa yang ada di wilayah Kecamatan Gunungguruh. Yakni, Desa Sinaresmi, Kebonmanggu dan Desa Cibolang,” paparnya.
Akses jalan yang menghubungkan tiga desa tersebut merupakan akses alternatif warga menuju Jalan Raya Jalur Lingkar Selatan. Untuk itu, ia berharap akses jalan tersebut dapat rampung dan bisa dimanfaatkan warga pada awal Januari 2021 nanti.
“Mudah-mudahan dengan diperbaikinya jalan ini, dapat mendongkrak pertmubuhan ekonomi warga dan juga industri pembuatan genteng dan bata merah. Selain itu, jalan itu juga kerap dilintasi para pengunjung ke objek wisata alam Karangpara,” pungkasnya. (Den/d)






