KABUPATEN SUKABUMI

Jalan Bojong Mulai Diperbaiki

×

Jalan Bojong Mulai Diperbaiki

Sebarkan artikel ini

Sebelumnya telah diberitakan, kekesalan warga akibat jalan rusak kembali memuncak. Warga memblokade jalan utama Kampung Sunggapan, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar dengan kayu dan pohon pisang, Rabu (2/5). Warga kecewa karena pemerintah tak kunjung juga melakukan perbaikan terhadap jalan yang konisinya kini semakin memprihatinkan.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, massa melakukan blokade jalan ini pada jalan milik pemerintah Kabupaten Sukabumi. Mereka menilai, pemerintah daerah kurang begitu memperhatikan terhadap kondisi jalan, bahkan terkesan membiarkan. Hal ini terbukti, sudah 10 tahun jalan tersebut tak pernah diperbaiki. Padahal jalan itu merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Bank bjb Tandamata

Warga Kampung Bojongkaler, RT 4/3, Desa Bojong, Erlan Surandi (36) mengatakan, warga Desa Bojong menilai pemerintah daerah tidak respon terkait aspirasi warganya. Padahal, jalan raya tersebut merupakan akses utama warga menuju tempat publik. Seperti, Puskesmas, pendidikan, pasar dan area publik lainnya. “Sebab itu, warga langsung turun ke jalan dan melakukan aksi penutupan dengan menanam puluhan pohon pisang dan kayu,” jelas Erlan saat disambangi Radar Sukabumi di lokasi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jalan yang kondisinya kian memprihatinkan ini, selain karena tidak adanya pemeliharaan yang dilakukan pemerintah daerah, juga dampak dari kendaraan berat milik sejumlah perusahaan yang setiap harinya melintas jalur tersebut dengan muatan over kapasitas. Akibatnya saat ini jalan berlubang, terlebih lagi musim hujan, badan jalan selain terdapat kubangan air yang mengangga, juga dipenuhi lumpur. Tak ayal, jika badan jalan tersebut kerap mengakibatkan kecelakaan.

“Mau tidak cepat rusak bagaimana, jalan ini tidak pernah diperbaiki. Sementara kendaraan berat bermuatan pasir dan tanah merah setiap harinya melintas di jalan ini. Hampir setiap harinya ada saja pemotor yang jatuh karena menginjak lubang,” tandasnya.

Sekeretaris Desa Bojong, Dede Nuryadin mengatakan, penanaman pohon pisang di tengah jalan tersebut, sebagai salah satu bentuk protes warga kepada pemerintah daerah karena tidak pernah melakukan perbaikan. Selain menanam pisang, warga juga menyimpan tanda peringatan agar pengendara menghindari lubang. “Wajar saja warga protes seperti ini, karena jalan ini sudah 10 tahun belum tersentuh bantuan dari pemerintah,” jelasnya.